SBSN Ritel SR016 Dirilis Hingga 17 Maret, CEO Bibit Ajak Warga Investasi Syariah Aman
pembelian/pemesanan minimal untuk SBSN ritel seri SR016 adalah Rp1 juta dan kelipatan Rp1 juta dengan maksimum Rp 2 miliar.
TRIBUNPALU.COM, - Bibit mengajak masyarakat untuk berinvestasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ritel seri SR016.
Diektahui, SBSN ritel seri SR016 yang akan ditawarkan dengan kupon tetap (fixed) 4,95% per tahun, tenor 3 tahun, dapat diperjualbelikan di pasar sekunder, menjadi alternatif investasi bagi masyarakat.
Imbal hasilnya lebih tinggi daripada suku bunga acuan BI yang saat ini adalah 3,5%.
Adapun, masa penawaran SR016 akan berlangsung dari tanggal 25 Februari sampai 17 Maret 2022.
“Kami kembali mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berinvestasi pada surat berharga syariah negara yang aman, dijamin negara serta memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk turut serta mendukung perekonomian negeri,” kata CEO Bibit Sigit Kouwagam melalui rilis tertulisnya, Minggu (27/2/2022).
Ia menjelaskan, Bibit sebagai aplikasi investasi reksa dana dan SBN untuk pemula resmi ditunjuk Kementerian Keuangan Republik Indonesia sebagai Mitra Distribusi penjualan Surat Berharga Negara (SBN).
“Berinvestasi sambil berkontribusi bagi pembangunan negeri merupakan wujud partisipasi aktif yang dapat dilakukan para investor, termasuk generasi muda Indonesia saat ini. Pembayaran imbal hasil (kupon) SR016 setiap bulan serta dijamin negara sehingga tidak ada resiko gagal bayar,” tuturnya Sigi.
“Berbeda dengan imbal hasil deposito yang dikenakan pajak 20%, pajak yang dikenakan pada imbal hasil SBN adalah 10%. Jadi, ini bisa menjadi passive income yang cukup menguntungkan bagi investor.”
Sebagai informasi, pembelian/pemesanan minimal untuk SBSN ritel seri SR016 adalah Rp 1 juta dan kelipatan Rp 1 juta dengan maksimum Rp 2 miliar.
Untuk bisa membeli SBSN ritel seri SR016 di aplikasi atau website Bibit, para pengguna cukup mengklik icon atau banner “Surat Berharga Negara (SBN)” di homepage aplikasi maupun website Bibit.
Dalam hal ini,Bibit bermitra dengan Stockbit Sekuritas untuk mengelola pencatatan dan penyimpanan Rekening Dana Investor SBN milik investor.
Nantinya, setelah investor melakukan pembayaran untuk transaksi SBN, investor akan menerima bukti transaksi berupa Bukti Penerimaan Negara (BPN).
Di dalam BPN, terdapat Nomor Tanda Penerimaan Negara (NTPN) yang diterbitkan langsung oleh negara serta menjadi bukti kepemilikan SBN yang dibeli.
Terkait dengan antusiasme masyarakat terhadap SBN ritel, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mencatat, penerbitan ORI021 di awal tahun 2022 berhasil memecahkan rekor jumlah total investor terbanyak sejak penerbitan SBN ritel secara online.
Tercatat, ada 56.238 investor yang melakukan pembelian ORI021 dengan 45% di antaranya merupakan investor baru.
Sementara itu, total volume penerbitan adalah sebesar Rp25,07 triliun.
“Melihat tingginya antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap ORI021, kami optimis bahwa SR016 akan disambut baik oleh masyarakat Indonesia yang sudah semakin melek investasi,” ujar Sigit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-investasi.jpg)