Ternyata Amerika Punya Kelompok Teroris di Timur Tengah, Suriah: Bisa Kirim ISIS ke Ukraina

Layanan khusus Amerika Serikat (AS) dapat mengirim anggota ISIS serta kelompok teroris lainnya di Suriah ke Ukraina.

Editor: Putri Safitri
tribunnews.com/Signature Reads
Ilustrasi Pasukan ISIS 

TRIBUNPALU.COM - Ternyata Amerika Serikat memiliki kelompok teroris di Timur Tengah.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Bashar Jaafari.

Bahkan Jafari mengatakan layanan khusus Amerika Serikat (AS) dapat mengirim anggota ISIS serta kelompok teroris lainnya di Suriah ke Ukraina.

"Berdasarkan analisis, kami dapat mengatakan bahwa ini sangat mungkin benar.

Kami, sebagai sebuah negara, memiliki bukti bahwa militer AS di Suriah memindahkan teroris dari satu tempat ke tempat lain, terutama anggota ISIS dan Jabhat al-Nusra," kata Jafari.

ISIS-K (Washington Examiner)
ISIS-K (Washington Examiner) (handover)

Baca juga: Paranormal Baba Vanga Ramal Rusia akan Kuasai Dunia & Putin akan Mati dengan Cara Mengenaskan Ini

Baca juga: Gara-gara Satu Kata Hilang, Pernyataan Jokowi Soal Konflik Rusia-Ukraina Dinilai Sebagai Hal Dungu

Baca juga: Indonesia Diminta Tak Cari Perkara dalam Konflik Ukraina-Rusia, Dalih Ini Bisa Jadi Bumerang

Dikutip dari laman Sputnik News, Selasa (1/3/2022), ia berpendapat bahwa AS telah memindahkan teroris dari Suriah ke Afghanistan dan Burkina-Faso.

Selain itu, penggunaan tentara bayaran juga merupakan praktik yang telah dilakukan AS 'secara matang'.

"Jadi orang tidak perlu heran, dan kami tidak mengecualikan bahwa besok teroris ISIS akan dikirim ke Ukraina," jelas Jaafari.

Ia menambahkan bahwa negara-negara Barat telah mendukung radikal nasionalis di Ukraina.

"Bertahun-tahun kemudian (setelah Perang Dunia II) orang-orang muncul dan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung neo-Nazi di Ukraina.

Namun mereka menerima dukungan dari negara-negara ini dan dukungan dari layanan khusus hanya karena mereka melawan Rusia.

Barat tidak akan ragu-ragu untuk mempersenjatai iblis dalam melawan Rusia jika itu untuk kepentingan mereka," tegas Jaafari.

Baca juga: Meski Dukung Ukraina, AS Tolak Permintaan Zelenskyy Terapkan Zona Larangan Terbang Untuk Rusia

Ilustrasi - Perang Rusia vs Ukraina
Ilustrasi - Perang Rusia vs Ukraina (handover/ Twitter)

Jaafari kemudian menambahkan bahwa jika Rusia memiliki 'sekutu nyata' dalam Perang Dunia II, mereka tidak akan mendukung neo-Nazi hari ini.

Sebelumnya pada hari Minggu lalu, Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) setuju untuk memasok senjata senilai 450 juta euro atau setara 500 juta dolar AS ke Ukraina.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved