Bacaan dan Tafsir Surah Abasa Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Terjemahannya

Abasa merupakan salah satu surah yang berada di dalam kitab suci Al Quran. Surah ini menempati urutan surah ke-80 di juz ke-30 dalam kitab suci Islam

Editor: Imam Saputro
Tribunnews.com/Herudin
ILUSTRASI : Membaca Al Quran 

Bacaan dan Tafsir Surah Abasa Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

TRIBUNPALU.COM - Abasa merupakan salah satu surah yang berada di dalam kitab suci Al Quran.

Surah Abasa menempati urutan surah ke-80 di juz ke-30 dalam kitab suci umat Islam.

Surah ini memiliki jumlah ayat 42 yang termasuk dalam surah Makiyyah karena turun di Kota Mekah.

Nama Abasa diambil dari ayat pertamanya yang berarti 'bermuka masam'.

Mengutip ceramah Ustaz Dr Firanda Andirja, M.A di kanal Youtube Firanda Andirja, surah ini masih menyebutkan tentang permasalahan hari kiamat.

Di penghujung surah ini, Allah SWT mengatakan hari kiamat akan ditiupkan suara yang sangat kencang.

Suara tersebut akan memekikkan telinga manusia di seluruh muka bumi yang juga disebut sebagai suara sangkakala.

Surah Abasa turun juga sebagai teguran dari Allah SWT yang ditujukan untuk Nabi Muhammad SAW.

Dijelaskan oleh Ustaz Firanda, Nabi Muhammad SAW telah berpaling saat sedang berdakwah.

"Pada intinya terdapat pembesar-pembesar kaum quraisy, yang Nabi ingin mereka mendapatkan hidayah.

Karena kalau mereka dapat hidayah, anak buahnya akan ngikut. Ini adalah salah satu metode Nabi dalam berdakwah," ujarnya dalam kajian tafsir juz 30 di Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi.

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Abasa Ayat 6 hingga 10, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Namun saat Nabi Muhammad berusaha berdakwah kepada mereka, datanglah Ummi Maktum yang buta dan tidak melihat Nabi sedang berdakwah.

Ia mengatakan jika dirinya ingin mendapatkan petunjuk dari Nabi Muhammad.

Dari sinilah seolah-olah konsentrasi Nabi Muhammad SAW saat mendakwahi kaum quraisy terganggu oleh Ummi Maktum.

Nabi Muhammad SAW berpaling dari pembesar quraisy dengan muka masam kepada Ummi Maktum.

Pembahasan yang sama tentang asbabun nuzul Surah Abasa juga diterangkan oleh Ustaz Dr Amir Faishol Fath, M.A.

Pada tayangan YouTube MTXL TV, beliau menceritakan tentang gambaran umum kisah-kisah di balik Surah Abasa.

Gambaran tersebut ialah terdapat dua model manusia, pertama manusia yang dianggap hina dan kedua manusia yang berkebalikan.

"Di pembukaan surah ini Allah gambarkan dua model manusia yang Allah hadapi.

Model pertama seoarang yang dianggap hina secara sosial, seperti miskin, cacat tapi punya kualitas iman yang tinggi.

Kemudian model kedua, Nabi SAW berhadapan dengan secara sosial tinggi kaya raya dan bangsawan, tapi tidak memiliki kualitas iman yang baik," ujarnya saat menjelaskan.

Lebih lanjut beliau mengatakan, ini adalah ujian yang diberikan kepada manusia yang berdakwah di dunia.

Nabi Muhammad SAW juga menemukan kejadian ini saat berdakwah kepada kaum quraisy yang memiliki kelebihan dalam sosial, namun tidak memiliki keimanan.

Kemudian beliau bertemu dengan seseorang yang buta dan derajat sosialnya rendah, tetapi ingin didakwahi oleh Nabi Muhammad SAW.

Untuk mengetahuinya lebih lanjut, Anda dapat menyimak bacaan dan tafsir Surah Abasa di bawah ini yang dilansir dari Quran Kemenag.

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Abasa Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Terjemahannya

Bacaan Surah Abasa Ayat 11 hingga 15

كَلَّآ اِنَّهَا تَذْكِرَةٌ ۚ - ١١

Kallā innahā tażkirah

Sekali-kali jangan (begitu)! Sungguh, (ajaran-ajaran Allah) itu suatu peringatan,

فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗ ۘ - ١٢

Fa man syā`a żakarah

Maka barangsiapa menghendaki, tentulah dia akan memperhatikannya,

فِيْ صُحُفٍ مُّكَرَّمَةٍۙ - ١٣

Fī ṣuḥufim mukarramah

Di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (di sisi Allah),

مَّرْفُوْعَةٍ مُّطَهَّرَةٍ ۢ ۙ - ١٤

Marfụ'atim muṭahharah

Yang ditinggikan (dan) disucikan,

بِاَيْدِيْ سَفَرَةٍۙ - ١٥

Bi`aidī safarah

Di tangan para utusan (malaikat),

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah At Takwir Ayat 25 hingga 39, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Tafsir Surah Abasa Ayat 11 hingga 15

Ayat 11

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan al-Walid bin al-Mugirah beserta kawan-kawannya. Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.

Ayat 12

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan al-Walid bin al-Mugirah beserta kawan-kawannya. Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.

FOTO ILUSTRASI: Membaca Al Quran
FOTO ILUSTRASI: Membaca Al Quran (Tribunnews Style)

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah At Takwir Ayat 21 hingga 25, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Ayat 13

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

Dalam ayat ini, Allah menegur Nabi-Nya agar tidak lagi mengulangi tindakan-tindakan seperti itu yaitu ketika ia menghadapi Ibnu Ummi Maktum dan al-Walid bin al-Mugirah beserta kawan-kawannya. Sesungguhnya pengajaran Allah itu adalah suatu peringatan dan nasihat untuk menyadarkan orang-orang yang lupa atau tidak memperhatikan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Tuhannya. Barang siapa yang menghendaki peringatan yang jelas dan gamblang, tentu ia memperhatikan dan beramal sesuai dengan kehendak hidayah itu. Apalagi jika diperhatikan bahwa hidayah itu berasal dari kitab-kitab yang mulia seperti diterangkan dalam ayat-ayat berikutnya.

Ayat 14

Menjelaskan tujuan utama dari teguran-Nya, Allah berfirman, “Sekali-kali jangan berbuat demikian! Sungguh, ajaran-ajaran Allah itu suatu peringatan bagi semua orang agar mereka kembali ke fitrah, yaitu mentauhidkan-Nya dan mengimani-Nya.”

Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah: Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)

Ayat 15

Lembaran-lembaran itu berada di tangan para utusan, yaitu para malaikat, pesuruh Allah yang bertugas sebagai penyampai pesan-pesan-Nya.

Al-Qur'an adalah salah satu dari kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi. Ia merupakan kitab yang mulia dan tinggi nilai ajarannya dan disucikan dari segala macam bentuk pengaruh setan. Al-Qur'an diturunkan dengan perantaraan para penulis yaitu para malaikat yang sangat mulia lagi berbakti, sebagaimana dalam firman Allah: Yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (at-Tahrim/66: 6)

(TribunPalu/Hakim)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved