Presiden Amerika Beri Peringatan Keras pada Rusia, Sebut Putin Tak akan Mampu Kuasai Ukraina

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden lantang memberi peringatan keras pada Rusia yang terus melancarkan serangan militer ke wilayah Ukraina.

Editor: Muh Ruliansyah
kompas.com
Joe Biden Presiden Amerika Serikat yang akan dilantik 20 Januari 2021 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat, Joe Biden lantang memberi peringatan keras pada Rusia yang terus melancarkan serangan militer ke wilayah Ukraina.

Biden menyebut, Rusia tidak akan mampu meraih kemenangan meski saat ini pihak Ukraina makin terdesak.

Apalagi menurut Biden, saat ini masyarakat dunia dibuat marah dengan invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina.

Biden menyebut Rusia harus bertanggungjawab terhadap 2 juta warga sipil yang harus mengungsi akibat perang.

“Rusia mungkin terus melanjutkan kemajuannya dengan harga yang mengerikan, tetapi ini sudah jelas, Ukraina tidak akan pernah menjadi kemenangan bagi Putin,” ucap Biden memperingatkan, dikutip dari AFP.

Baca juga: Amerika Mulai Ikut Campur di Perang Ukraina, Biden Putuskan Serang Keuangan Rusia

Biden berbicara demikian saat membidik jalur kehidupan ekonomi Moskwa dengan melarang impor minyak dari Rusia.

"Putin mungkin bisa merebut sebuah kota, tapi dia tidak akan pernah bisa menguasai negara," ujar Biden.

Terlepas dari sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya, Putin diketahui terus melanjutkan kemajuan militernya.

Meski demikian, Moskow setuju untuk mendirikan "koridor kemanusiaan" dari empat kota Ukraina pada hari ke-13 invasi.

Kiev telah mencap koridor sebagai aksi publisitas karena banyak dari rute keluar mengarah ke Rusia atau sekutu mereka, Belarus.

Baca juga: Rusia Beberkan Hal Buruk yang Terjadi Jika Negara Barat Boikot Impar Minyak: Bencana Pasar Global!

Kedua belah pihak saling menuduh soal pelanggaran gencatan senjata.

Menurut PPB, jumlah pengungsi yang membanjiri perbatasan Ukraina untuk melarikan diri dari kota-kota yang dihancurkan oleh penembakan dan serangan udara Rusia telah melewati angkat 2 juta.

Fenomena ini dilihat sebagai krisis pengungsi yang tumbuh paling cepat di Eropa sejak Perang Dunia II.

Mengatasi krisis kemanusiaan yang semakin membesar, Biden berjanji AS akan mendukung sekutunya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved