Rusia Murka Gegara Sikap Polandia, Jet Tempur Siap Dikirim, AS Khawatir Perang Besar Pecah di Eropa

Rusia dibuat murka dengan sikap Polandia yang bersikukuh mengirim jet tempur MiG-nya ke Ukraina.

Editor: Muh Ruliansyah
handover/ Twitter
Ilustrasi - Perang Rusia vs Ukraina 

TRIBUNPALU.COM - Rusia dibuat murka dengan sikap Polandia yang bersikukuh mengirim jet tempur MiG-nya ke Ukraina.

Polandia mengambil langkah tersebut sebagai bentuk dukungan untuk Ukraina melawan Rusia.

Keputusan Polandia tersebut juga telah mendapat persetujuan dari NATO.

Rencananya, jet tempur MiG itu akan diserahkan Polandia ke Pangkalan Udara Ramstein AS di Jerman.

Polandia pun meminta AS untuk mengirim pesawat tempur F-16 untuk menggantikan setiap MiG era Soviet yang dipasok ke Kyiv.

Baca juga: Dendam Presiden Ukraina Terhadap Rusia Tak akan Hilang, 52 Anak Tewas dalam 13 Hari Perang

Namun, Pentagon malam ini menolak tawaran tersebut. Pentagon tampaknya khawatir, langkah itu akan memantik perang besar di Eropa.

Juru bicara John Kirby mengatakan pengerahan jet tempur akan terbang ke wilayah udara yang diperebutkan dengan Rusia jika jet itu dikerahkan.

"Kami akan terus berkonsultasi dengan Polandia dan sekutu NATO kami yang lain tentang masalah ini dan tantangan logistik yang sulit, tetapi kami tidak percaya proposal Polandia dapat dipertahankan," katanya seperti dilansir dari The Sun.

Namun, AS mengkonfirmasi sebelumnya bahwa mereka akan mengirim dua baterai rudal permukaan-ke-udara Patriot ke Polandia.

Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengatakan kedua negara sedang mengerjakan kesepakatan pada akhir pekan.

"Itu mendapat lampu hijau. Namun, kami sedang berbicara dengan teman-teman Polandia kami sekarang tentang apa yang mungkin dapat kami lakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka jika mereka memilih untuk menyediakan jet tempur ini ke Ukraina.

"Apa yang bisa kami lakukan? Bagaimana kami bisa membantu memastikan mereka mendapatkan sesuatu untuk mengisi kembali pesawat yang mereka serahkan ke Ukraina?"

Baca juga: Negara Arab Berani Cueki Telepon dari Presiden Amerika, Tolak Diskusi soal Harga Minyak

Dia menambahkan bahwa negara-negara NATO dan anggota G7 "bekerja sama" untuk menekan Kremlin dan memperkenalkan lebih banyak sanksi dalam beberapa hari mendatang.

Namun dia mencatat bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin "menggandakan dan menggali agresi terhadap Ukraina ini."

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved