Saat Aturan Dilonggarkan, WHO Umumkan Kabar Buruk, Ditemukan Varian Ketiga Omicron, Ini Gejalanya

Badan Organisasi Dunia (WHO) justru membawa kabar buruk, ditemukan lagi varian ketiga Omicron yang dinamakan BA.3.

https://www.medscape.com/
Coronavirus 

TRIBUNPALU.COM - Pemerintah Indonesia mulai melonggarkan sejumlah aturan terkait dengan pandemi Covid-19.

Salah satunya adalah tidak mewajibkan tes antigen dan tes PCR bagi pelaku perjalanan domestik yang sudah melakukan vaksin lengkap.

Namun disaat aturan dilonggarkann Badan Organisasi Dunia (WHO) justru membawa kabar buruk.

Yakni ditemukan lagi varian ketiga Omicron yang dinamakan BA.3.

Melansir Times of India, pada 5 Maret 2022, Maria Van Kerkhove, Infectious Disease Epidemiologist and COVID-19 Technical Lead di World Health Organization (WHO), mengatakan bahwa ada kesamaan dalam hal keparahan antara subvarian BA.2 dan BA.1 dari Omicron.

Dia juga menambahkan bahwa di antara semua silsilah Omicron ada juga silsilah BA.3.

Baca juga: Deretan Gejala Omicron Pada Orang yang Sudah Vaksin Lengkap Covid-19: Batuk, Pilek hingga Nyeri Otot

Gejala umum infeksi Omicron Covid-19 BA.3 adalah:

  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Bersin-bersin
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Demam ringan

Meskipun gelombang ketiga COVID berkurang, tingkat risikonya tetap sama seperti sebelumnya.

Sementara di satu sisi, pernyataan ini memberikan secercah harapan bahwa subvarian BA.2 dari Omicron yang dianggap parah adalah ringan seperti subvarian BA.1.

Tetapi di sisi lain, dengan laporan subvarian lain juga memberikan pesan bahwa pandemi belum berakhir.

Itu artinya, virus corona masih merupakan virus berbahaya yang mengintai di sekitar kita. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini, pemerintah tengah menyusun rencana mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

"Kami juga mendapatkan arahan dari Bapak Presiden tadi atas masukan Bapak Menko mengenai strategi dari pandemi menjadi endemi, kami sudah siapkan protokolnya," ujar Menkes, dalam keterangan pers, Minggu (27/2/2022).

Namun, perubahan status yang tengah direncanakan itu, menurut ahli, tidak mengubah esensi dari wabah penyakit yang tengah menular.

Halaman
12
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved