Sulteng Hari Ini

Kura-kura Hutan Sulawesi Jadi Incaran Peneliti Asing, Wamen LHK Keluarkan Instruksi

Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Fadly Tantu menyebut sejumlah hewan endemik Sulawesi seperti anoa, burung maleo, babirusa dan kura-kura hutan

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/FANDY
Wamen LHK Alue Dohong memberikan kuliah umum di Universitas Tadulako, Kamis (10/3/2022).  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Fadly Tantu menyebut sejumlah hewan endemik Sulawesi seperti anoa, burung maleo, babirusa dan kura-kura hutan saat ini terancam punah. 

Ia menyebut hewan endemik seperti kura-kura hutan Sulawesi kerap menjadi incaran peneliti asing untuk dikembangkan di negara asalnya. 

Hal itu diungkapkan Fadly di kegiatan kuliah tamu Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen LHK), Alue Dohong di Untad, Kamis (10/3/2022). 

"Hutan-hutan dan gunung di sekitar Palu memiliki sejumlah hewan endemik yang perlu segera dilestarikan. Kura-kura hutan Sulawesi menjadi incaran peneliti luar bahkan ingin mereka kembangkan di negaranya," ujarnya. 

Menanggapi hal itu, Wamen Alue menegaskan peneliti asing yang datang ke Sulawesi Tengah (Sulteng) mesti memperoleh izin dan bekerjasama dengan Untad. 

Terlebih kata dia, keberadaan peneliti asing justru hanya mengancam kelestarian hewan endemik yang mesti dilindungi. 

"Kalau bisa peneliti-peneliti asing ini di stop, tangkap di bandara kalau ada. Apalagi kedatangan mereka untuk membawa sampel kemudian dibawa keluar negeri," tutur Alue.(*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved