Amien Rais Sarankan Jokowi ke Psikolog, Istana: Semua Presiden juga Tahu Gimana Pak Amien Rais

Faldo Maldini terkait kritikan pedas Amien Rais yang ditujukan kepada Jokowi dan Luhut.

KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Amien Rais. 

TRIBUNPALU.COM - Staf Khusus Sekretaris Negara, Faldo Maldini terkait kritikan pedas Amien Rais yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan.

Faldo Maldini mengatakan bahwa publik sudah paham dan bisa membedakan mana pernyataan atau kritikan yang rasional dan mana yang sentimen personal.

Pernyataan Faldo tersebut terkait dengan  komentar Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais yang menyebut Rezim Jokowi merupakan rezim yang paranoid.

"Silakan berpendapat, publik sudah paham mana yang sentimen personal dan mana yang argumen rasional," kata Faldo, Minggu, (3/4/2022).

Ia mengatakan Amien Rais merupakan alumnus program doktor Ilmu Politik Universitas Chicago. Oleh karenanya yang dibutuhkan adalah buah pikiran bukan sekedar gosip politik saja. 

"Terkait isi kontennya, saya kira sama kayak isu yang heboh di medsos saja. Tidak ada yang baru lah," katanya.

Menurutnya sejak dahulu Amien Rais menempatkan diri sebagai oposisi. Oleh karenanya tidak heran apabila komentar komentarnya mengkritik pemerintah. 

Baca juga: Peringatan Tegas Amien Rais untuk Jokowi dan Luhut: Letakkan Jabatan pada Oktober 2024!

"Kami doakan Prof Amien Rais sehat selalu dan dipanjangkan usianya. Beliau dari dulu kan memang oposisi, semoga Beliau selalu istiqomah. Semua Presiden tau tajam pernyataan Pak Amien," katanya.

Sebelumnya Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais menyebut duet Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan harus berakhir pada Oktober 2024.

Menurutnya, saat ini Jokowi dan Luhut selama ini menjadi simbol dan substansi rezim.

"Duet Jokowi - Luhut yang saat ini menjadi simbol dan substansi rezim berkuasa, sesungguhnya harus berakhir pada Oktober 2024. Tidak boleh lagi dua oknum ini menggerakkan berbagai cara, tekad ala Orde Baru itu," kata Amien melalui chanel YouTube miliknya Sabtu (2/4/2022).

Dia masih ingat  bagaimana rezim Orde Baru menggunakan banyak cara untuk menekan hingga membodohi rakyat demi tujuan politik belaka.

"Saya ingatkan, bahwa rezim Jokowi - Luhut, karena ambisi kekuasaannya itu menjadi sebuah rezim paranoid. Cirinya adalah rasa tidak pernah secure, aman," kata dia.

Kemudian, untuk menutupi kelemahannya lewat cara menggertak, mengancam mengerahkan massa yang masif.

"Bahwa duet ini adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan bangsa," katanya.

Amien mengakui prihatin dan merasa kasihan terhadap asosiasi-asosiasi dimanfaatkan demi kepentingan politik.

"Mngerahkan seluruh lurah se-Indonesia, mungkin nanti asosiasi-asosiasi tertentu, mungkin nanti eksponen bangsa petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, pensiunan ini pensiunan ini, dan lain-lain," ucapnya.

"Tetapi ini adalah suatu cara yang kosong substansi, kemudian abal-abal, tidak ada bobotnya. Karena apa? Karena ini sangat artifisial, ya seperti balon. Kelihatannya besar, tapi jika terkena jarum kecil saja sudah kempis," pungkasnya

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Jawaban Menohok Istana soal Amien Rais Sarankan Jokowi ke Psikolog: Publik Sudah Paham, 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved