DMI Sulteng

Ahmad Ali Minta Tim Safari Ramadan DMI Sulteng Tak Bebani Pengurus Daerah

Suami Ketua DPRD Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira itu juga meminta dai Tim Safari Ramadan tidak menyinggung perbedaan di tengah masyarakat. 

Penulis: Moh Salam | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah Ahmad Ali berpesan kepada Tim Safari Ramadan untuk tidak membebani pengurus di daerah. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Tengah Ahmad Ali berpesan kepada Tim Safari Ramadan untuk tidak membebani pengurus di daerah.

Hal itu diutarakan Ahmad Ali sebab kebutuhan seluruh dai dan pendamping selama melaksanakan tugas di daerah sudah ditanggung DMI Sulteng.

"Bagi pendamping dai kiranya dalam perjalanan ini saya benar-benar minta tolong dan berharap untuk kehadiran Tim Safari Ramadan DMI Sulteng ini tidak menjadi beban teman-teman di daerah, Artinya segala kebutuhan dai maupun pendamping tidak boleh satu rupiah pun dibebani kepada DMI yang ada di kabupaten karena ini sudah menjadi tanggung jawab secara keseluruhan daripada pengurus provinsi, " ujar Ahmad Ali, Selasa (5/4/2022).

"Beda halnya kalau diajak makan, itu hal yang biasa karena kalau kita tidak ikuti itu bisa menjadi masalah lagi karena dianggap sombong dan lainnya," tuturnya menambahkan.

Baca juga: DMI Bagikan Bingkisan untuk 3.789 Masjid dan 1.309 Musala di Sulteng

Suami Ketua DPRD Sulawesi Tengah Nilam Sari Lawira itu juga meminta dai Tim Safari Ramadan tidak menyinggung perbedaan di tengah masyarakat. 

"Ini bukan waktu yang tepat untuk bagi dai Dewan Masjid Indonesia Sulawesi Tengah untuk berbicara terkait perbedaan d itengah masyarakat," kata Ahmad Ali.

Menurutnya, hal itu butuh proses yang sangat panjang sebab sudah menjadi kultur dan budaya sekian puluh tahun di daerah.

"Kebetulan saya orang kampung, jadi di daerah saya orang tarawih delapan rakaat itu dianggap tidak sah, Jadi kalau kemudian nanti kita turun ke desa karena basis kita masjid di desa maka kita harus mampu menyesuaikan dengan perbedaan tersebut, sehingga insya Allah kita bisa diterima dengan baik," jelas pria kelahiran 16 Mei 1969 itu. 

Sebelumnya DMI Sulteng melepas sejumlah Dai dari Tim Safari Ramadan selama beberapa hari ke daerah di Sulawesi Tengah. 

Diketahui tim Safari Ramadan DMI Sulteng dibagi menjadi 4 zona berbeda.

Zona satu meliputi Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. 

Sementara Zona dua terdiri dari Kabupaten Parigi Moutong, Tolitoli dan Buol.

Kemudian zona tiga meliputi, Kabupaten Poso, Morowali dan Morowali Utara. 

Berikutnya, zona empat yaitu Kabupaten Tojo Una-una, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved