Apakah Menelan Air Wudhu Saat Berkumur akan Membatalkan Puasa? Cek Penjelasan Lengkapnya!

Tak menutup kemungkinan, seseoang tak sengaja menelan air wudhu saat berkumur. Namun apakah hal itu akan membatalkan puasa?

Editor: Putri Safitri
pixabay
Berkumur dan memasukkan air ke hidung adalah sunnah ketika wudhu 

TRIBUNPALU.COM - Tak menutup kemungkinan, seseoang tak sengaja menelan air wudhu saat berkumur.

Namun apakah hal itu akan membatalkan puasa?

Diketahui berwudhu memang diwajibkan bagi mereka yang akan melaksanakan ibadah shalat. 

Sebab, dari berwudhu itulah mensucikan diri dari hadast. 

Buya Yahya mengatakan bahwa berkumur di dalam wudhu hukumnya sunnah.

Namun dalam konteks ini ada seseorang yang bertanya bahwa dirinya hendak berwudhu tapi tertelan air saat berkumur. 

Saat itu dia sedang berpuasa Ramadhan, apakah justru akan membatalkan puasa.

Buya Yahya menjelaskan batalkah puasa bila tertelan air wudhu saat berkumur?

Hal itu dia beberkan dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV diunggah pada 18 Mei 2018 silam.

"Kalau ternyata ketelan, tidak membatalkan. Ketelan bukan ditelan," ujar Buya Yahya.

Sehingga bila berkumur-kumur waktu wudhu lalu air tidak sengaja tertelan tidak membatalkan puasa orang tersebut.

Buya Yahya membandingkannya dengan memasukkan es krim ke dalam mulut.

"Memasukkan es krim ke dalam mulut, memang hukumya makruh," kata Buya Yahya.

Namun yang membedakannya dengan kumur ketika wudhu, apabila es krim ketelan, maka puasa tidak lagi sah.

"Memasukan karena main-main akan membatalkan puasa," kata Buya Yahya.

Memang es krim, permen, dan air kalau dikumur tidaklah membatalkan puasa.

Tapi hukum apabila es krim dan air tertelan secara tidak sengaja, punya konsekuensi berbeda.

Memang memasukan air ke dalam mulut, bahkan itu ketika kumur wudhu, hukumnya adalah sunnah.

Sekali pun berkumur dalam keadaan berpuasa.

"Maka Anda jangan ragu untuk berkumur kemudian Anda buang asalkan sudah 100 persen terbuang," ujar Buya Yahya.

Maka tidak perlu was-was sampai meludah berkali-kali.

Simak video singkatnya di sini 

Imsak atau Adzan Subuh Sebagai Tanda Dimulainya Puasa

Imsak atau adzan sebagai tanda dimulainya puasa ramadhan, Buya Yahya memberikan penjelasan.

Banyak yang mempertanyakan hal tersebut.

Sebab, banyak sebagian beranggapan bahwa saat imsak.

Namun ada juga yang beranggapan bahwa tanda dimulainya puasa ketika adzan.

Untuk lebih jelasnya, Buya Yahya mengungkapkannya dalam sebuah ceramah di kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 21 mei 2020.

Buya Yahya menjelaskan apabila adzan yang dimaksud adalah adzan yang menunjukkan waktu subuh tiba, maka di saat mendengar suara adzan Anda tidak boleh makan.

"Karena itu sudah menandakan waktu subuh, muadzin harus benar mengikuti waktu," ujar Buya Yahya.

Adapun tentang hadits yang mengatakan apabila mendengar suara Bilal mengumandangkan adzan maka makan dan minumlah.

"Jadi tukang adzan pada zaman Nabi ada dua, yang dimaksud mendengar suara Bilal adzan makanlah itu adzan yang pertama, bukan adzan subuh," jelas Buya Yahya.

Jadi, pada adzan yang pertama boleh makan karena pada adzan pertama menyeru agar orang melaksanakan tahajud dan sahur.

Setelah adzan pertama, baru nanti ada tukang adzan yang kedua yang menandakan waktu subuh.

Sementara di Indonesia adzan itu memang benar-benar peringatan telah memasuki waktu subuh.

Jadi, tidak diperbolehkan untuk makan dan minum sahur.

"Kalau sudah mendengar adzan dan Anda masih makan tentu saja Anda batal.

Namun, adzan yang Anda ikuti harus yang Anda percayai telah masuk waktu shalat subuh," katanya.

Maka dari itu, menurut Buya Yahya kalau sudah memasuki adzan tidak diperbolehkan makan.

"Bukan hanya terjadi di sini saja, tetapi di Arab juga masih ada orang salah sangka.

Ketika dengar adzan mereka masih makan, padahal itu salah kalau itu benar-benar adzan subuh maka makan membatalkan puasa," bebernya.

Bahkan jikalau makanan tersebut masih dalam mulut tetapi sudah adzan, sebaiknya dimuntahkan dari mulut.(*)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved