BEM Seluruh Indonesia Ancam Geruduk Istana Tolak 3 Periode, Ngabalin Heran: Gimana Logikanya?
Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara terkait ancaman mahasiswa akan demo tolak 3 periode.
TRIBUNPALU.COM - Mahasiswa berencana akan kembali menggelar aksi demonstrasi menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi hingga 3 periode.
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin angkat bicara terkait hal ini.
Ngabalin mempertanyakan logika mahasiswa karena mereka mengancam akan demo besar-besaran jika Presiden Joko Widodo tak kunjung angkat bicara soal isu ini.
"Bagaimana logikanya? Mahasiswa memberi waktu dua hari kepada presiden. Kalau main ancam-ancam itu bagaimana logikanya? Itu yang saya nggak bisa jelaskan bagaimana mendudukkan logikanya," kata Ngabalin kepada wartawan, Selasa (5/4/2022).
Baca juga: BEM Seluruh Indonesia Akan Geruduk Istana, Pengamat Sebut Jokowi Harus Tegas Tolak Usul 3 Periode
Ngabalin curiga para mahasiswa tak mengikuti perkembangan isu. Sebab, pemerintah bersama DPR telah memutuskan pemilu akan digelar pada 14 Februari 2024 mendatang. Rancangan ini pun telah disetujui oleh Presiden Jokowi.
Tak hanya itu, Ngabalin menambahkan, Jokowi bahkan telah berulang kali menanggapi isu perpanjangan masa jabatan presiden dengan menyatakan akan patuh pada konstitusi atau Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam UUD 1945, disebutkan bahwa pemilu digelar setiap 5 tahun sekali. Sementara, masa jabatan presiden dan wakil presiden dibatasi maksimal 2 periode dengan lama setiap periode 5 tahun.
"Apakah mereka paham konstitusi mengatur periode masa presiden dan tidak mengatur perpanjangan?" ucap Ngabalin.
Ngabalin mengatakan, tidak bagus jika mahasiswa punya karakter mudah mengancam, apalagi terhadap kepala negara.
Menurut dia, aspirasi atau pendapat bisa disampaikan dengan lebih baik tanpa perlu menggunakan ancaman terhadap siapa pun.
"Mulai sekarang mereka (mahasiswa) harus menyampaikan pendapat dengan baik, enggak usah main ancam. Itu bukan watak mahasiswa, kita pernah di jalan dan menjadi mahasiswa," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi di kawasan Harmoni, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022). Aksi ini diikuti oleh mahasiswa Trisakti, Universitas Indonesia, dan kampus lainnya.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan dua tuntutan, yakni penolakan terhadap wacana perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan Pemilu 2024.
Mahasiswa meminta Jokowi menyatakan sikap tegas terhadap kedua isu tersebut selambat-lambatnya dua hari setelah aksi atau 13 April 2022.
Jika tuntutan itu tak dipenuhi, aliansi mahasiswa berencana untuk menggelar aksi yang jauh lebih besar.
Sejumlah elemen mahasiswa menyatakan akan mengerahkan demo besar-besaran jika wacana perpanjangan masa jabatan presiden masih bergulir.
Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul "Ngabalin Pertanyakan Logika Mahasiswa akan Demo Besar-Besaran Tolak Jokowi 3 Periode"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/tenaga-ahli-utama-kedeputian-iv-kantor-staf-presiden-ali-mochtar-ngabalin.jpg)