Apakah Lemah, Letih dan Lesuh Mengurangi Pahala Puasa? Simak Penjelasan Ustadz H Sabaruddin LC

Ibadah Puasa Tahun 2022 sudah memasuki pekan kedua. Ibadah puasa mewaikan umat Islam untuk menahan makan dan minum.

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Ustadz H Sabaruddin LC 

TRIBUNPALU.COM - Ibadah Puasa Tahun 2022 sudah memasuki pekan kedua.

Ibadah puasa mewaikan umat Islam untuk menahan makan dan minum.

Hal itu tentu berdampak pada kebugaran tubuh saat menjalankan ibadah puasa.

Tak sedikit orang yang berpuasa mengalami lemah, letih dan lesuh.

Apakah hal itu bisa mengurangi pahala puasa?

berikut penjelasan Ustadz H Sabaruddin LC dalam program "Anda bertanya Ustadz menjawab" bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Ustadz H Sabaruddin mengatakan, ketika tubuh merasakan lemah, letih dan lesuh karena melakukan ibadah yang dianjurkan agama.

Seperti membaca alquran, berzikir, mnghadiri majelis taklim dan sebagainya.

"Maka itu bernilai pahala di sisi Allah SWT," jelasnya.

"Berletih-letih dalam kebaikan selalu dicintai Allah SWT," tambahnya.

Oleh sebab itu kata dia, dia mengajak umat Islam di mana pun berada untuk memaksimalkan ibadah di bulan suci Ramadan.

"marilah kita melakukan aktivitas puasa dengan amalam-amalan sunah, sehiga badan kita menjadi letih karena malam kebaikan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved