Jabatan Jokowi Sisa 30 Bulan, Amien Rais: Jangan Tambah Utang Lagi dan Mengabdilah ke Rakyat

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo berhenti menambah utang negara.

Editor: Putri Safitri
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Amien Rais. 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Joko Widodo berhenti menambah utang negara.

Ia juga meminta agar Jokowi serius dalam mensejahterakan rakyat di akhir masa jabatannya.

"Waktu Anda sebagai Presiden tinggal 30 bulan. Cobalah jangan tambah utang lagi dan mengabdilah pada kepentingan rakyat Indonesia sendiri, bukan kepentingan oligarki yang lebih berorientasi meladeni kepentingan asing," ucap Amien saat menyampaikan pidato dalam rangka Milad Partai Ummat yang ke-1 di Jakarta, Minggu (17/4/2022).

Berdasarkan data APBN, utang pemerintah Indonesia sudah menembus Rp 7.000 triliun di akhir Februari 2022.

Per 28 Februari, utang negara tercatat sebesar Rp 7.014,58 triliun.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (scmp.com)

Baca juga: Ledakan 100 Kg Petasan Bikin Rusak 40 Bangunan, Warga Protes Uang Ganti Rugi Polisi: Cuma Rp400 Ribu

Kendati demikian, pemerintah menyebut posisi utang tersebut masih terjaga dalam batas aman, wajar, dan terkendali.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bahkan menyebut, rasio utang terhadap PDB RI masih lebih kecil baik dibandingkan dengan negara ASEAN, G20, maupun negara di seluruh dunia.

"Untuk menjaga dari kesehatan APBN, rasio utang (Indonesia) termasuk relatif rendah diukur dari negara ASEAN, G20, dan seluruh dunia," ucap Sri Mulyani dalam tayangan YouTube Komite Stabilitas Sistem Keuangan yang dikutip Kompas.com, Jumat (15/4/2022).

Amien Rais.
Amien Rais. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Baca juga: Tata Cara Sholat Dhuha Lengkap, Berikut Niat, Waktu Pelaksanaannya, hingga 7 Keutamaan Melakukannya

Baca juga: Imam Masjid Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, DMI Sulteng Upayakan Tingkatkan Insentif Pegawai Syara

Selain mengritik soal utang, Amien Rais meminta pemerintah untuk menghentikan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Sebab, ia menilai, keuangan pemerintah sedang terbatas.

"Pembangunan IKN yang cekak dana sebaiknya dihentikan dulu. Jangan nekat. Jangan isin mundur," ujar mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut.

Baca juga: Tentara Bayaran Ukraina dari Inggris Ditangkap Militer Rusia, Malah Merengek Minta Pulang

Baca juga: Tolak Menyerah Meski Dikepung Rusia di Mariupol, Tentara Ukraina Siap Tempur Habis-habisan

Adapun total keseluruhan anggaran yang diperlukan untuk pembangunan IKN Nusantara sebesar lebih dari Rp 460 triliun.

Untuk tahun 2023 mendatang, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengalokasikan anggaran Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun untuk pembangunan IKN Nusantara.

"Kita juga di dalam APBN tahun depan sudah mencadangkan untuk belanja pembangunan untuk ibu kota negara baru, yaitu antara 27 hingga 30 triliun rupiah," kata Sri Mulyani usai rapat terbatas mengenai rancangan rencana kerja pemerintah dan pagu indikatif tahun 2023 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/3/2022).(*/ tribunpalu.com/ kompas.com )

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved