Bisnis Sulteng

Bank Indonesia Prediksi Inflasi di Sulteng Meningkat Paska Lebaran 2022

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Dwiyanto Cahyo Sumirat memprediksi inflasi yang terjadi paska lebaran tahun 2022 akan menin

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
handover
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Dwiyanto Cahyo Sumirat 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, Dwiyanto Cahyo Sumirat memprediksi inflasi yang terjadi paska lebaran tahun 2022 akan meningkat.

"Kasarannya yah akan mendekati batas atas, karena kita kan targetnya tiga plus minus satu, mungkin akan dekat ke empat," ungkap Dwiyanto Cahyo Sumirat, Jumat (22/4/2022) siang.

Dwiyanto Cahyo Sumirat menyebut beberapa faktor yang memicu hal itu seperti pelonggaran PPKM, kenaikan harga pertamax hingga minyak goreng.

Olehnya, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengharapkan, inflasi paska lebaran nanti tidak melewati batas yang telah ditentukan.

"Belum lagi ada UMR yang meningkat, dan beberapa faktor tadi bisa jadi salah satu penyumbang inflasi," bebernya.

Dwiyanto Cahyo Sumirat menuturkan, pertumbuhan ekonomi di Sulteng cukup baik.

Baca juga: Viral Trisuaka dan Zinidin Zidan Panen Hujatan Setelah Parodikan Gaya Nyanyi Andika Kangen Band

Dimana pada triwulan ke empat naik sebesar 11,9 persen.

Meski begitu, Dwiyanto Cahyo Sumirat mengatakan, peningkatan ekonomi tahun ini tidak seperti tahun kemarin.

Hal itu disebabkan penurunan ekspor bahan baku nikel ke luar negeri.

"Mungkin saat ini masih tinggi namun tidak seperti kemarin, pertumbuhan ekonomi kita banyak di kontribusikan pertambangan nikel, saat ini dari China ada penurunan permintaan nikel karena disana sedang ada kenaikkan kasus Covid-19," papar Dwiyanto Cahyo Sumirat. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved