Sejarah Hari Ini

Mengenal Sosok Dato Karama, Penyebar Islam di Sulawesi Tengah dari Minangkabau

Pada awal abad ke-17, agama Islam mulai disebarkan di Tanah Kaili oleh Dato Karama atau nama aslinya Abdullah Raqie.

Editor: mahyuddin
handover
Makam Dato Karama dan istri di Jl Rono, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah. 

TRIBUNPALU.COM - Ajaran Islam diperkirakan pertama kali memasuki wilayah Sulawesi Tengah dari Kabupaten Buol dan Banggai.

Dikutip dari Wikipedia, Sabtu (23/4/2022), kedua daerah itu menerima ajaran Islam pada pertengahan abad ke-16 akibat pengaruh dari Ternate.

Seorang Raja Buol tercatat telah memiliki nama Islami, yaitu Eato Muhammad Tahir, memerintah 1540-1595.

Pada awal abad ke-17, agama Islam mulai disebarkan di Tanah Kaili oleh Dato Karama atau nama aslinya Abdullah Raqie.

Dato Karama berasal dari Minangkabau. Dia berdakwah di daerah Palu dan sekitarnya.

Atas dakwahnya itulah, Raja Kaili bernama Pue Njidi kemudian memeluk agama Islam.

Dato Karama atau Syekh Abdullah Raqie adalah seorang ulama Minangkabau yang pertama kali menyebarkan agama Islam ke Tanah Kaili atau Bumi Tadulako, Sulawesi Tengah pada abad ke-17.

Baca juga: Tokoh Sejarah Asal Sulteng Yoto Dg Pawindu Dinilai Layak Terima Gelar Pahlawan Nasional

Awal kedatangan Syekh Abdullah Raqie atau Datuk Karama di Tanah Kaili bermula di Kampung Lere, Lembah Palu pada masa Raja Kabonena, Ipue Nyidi memerintah di wilayah Palu.

Selanjutnya Dato Karama menyebarkan syiar Islam ke wilayah lainnya di lembah Palu yang dihuni Suku Kaili.

Wilayah-wilayah tersebut meliputi Palu, Donggala, Kulawi, Parigi dan daerah Ampana.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved