Selebriti Internasional

Agensi Mackenyu Arata Bantah Rumor Ingin Celakai Taka ONE OK ROCK, Akibat Tuduhan YouTuber Jepang

Pemeran Zoro di film One Piece Live Action, Mackenyu Arata terseret rumor yang dibuat oleh YouTuber Jepang, dituduh ingin celakai Taka ONE OK ROCK.

Penulis: Isti Tri Prasetyo | Editor: Isti Prasetya
Kolase TribunPalu.com - Instagram Mackenyu x Takahiro
Takahiro Moriuchi dan Mackenyu Arata - Pemeran Zoro di film One Piece Live Action, Mackenyu Arata terseret rumor yang dibuat oleh YouTuber Jepang, dituduh ingin celakai Taka ONE OK ROCK. 

TRIBUNPALU.COM - Pemeran Zoro di film One Piece Live Action, Mackenyu Arata terseret dalam rumor buruk yang dibuat oleh YouTuber dengan nama kanal Gaasyy-ch.

Rumor ini menjadi gosip yang santer dibicarakan sepekan belakangan oleh penggemarnya.

Kini, pihak agensi pun langsung membantah isu yang menjurus kepada pencemaran nama baik sang artis itu.

Dikutip dari Arama Japan, YouTuber kontroversial ini menyebarkan isu bahwa Mackenyu Arata terlibat skandal kriminal yang berhubungan yakuza dengan tujuan untuk mencelakai selebritis lain, yakni vokalis ONE OK ROCK, Takahiro Moriuchi.

Menurut paparan YouTuber tersebut, pemicu kemarahan Mackenyu Arata kepada Taka karena masalah percintaan dengan seorang perempuan.

Bahkan, Mackenyu Arata dituduh melakukan kejahatan seksual dengan gadis di bawah umur dan penggelapan pajak.

YouTuber bernama Yoshikazu Higashiya itu memaparkan tuduhan itu dalam beberapa konten video beruntun.

Baca juga: 5 Pemeran One Piece Live Action Netflix: Emily sebagai Nami sempat Dirumorkan Pacar Taka ONE OK ROCK

Dilansir Live Door, pihak agensi menyebut tindakan Higashiya ini adalah penyebaran kebohongan publik.

Kantor agensi Mackenyu Arata akan mengambil tindakan hukum untuk menyelesaikan rumor itu.

"Pernyataan Tuan Higashiya termasuk kebohongan yang sangat jelas, kesalahpahaman faktual, dan paradoks temporal.

Dan dia (Mackenyu Arata) dengan jelas menyangkal tindakan kriminal, kemudian mengambil tindakan hukum dan segera berkonsultasi dengan pengacara," tulis pihak agensi yang dirilis Rabu (20/4/2021).

Pengacara dari Raw Law Office, Kunitaka Kasai yang akrab dengan urusan hukum industri hiburan menjelaskan, tuduhan informasi palsu ini bisa dipidanakan.

"Meskipun pernyataan di YouTube memiliki hak untuk dilindungi sebagai kebebasan berekspresi,

ada juga kemungkinan tuduhan pencemaran nama baik jika ada konten yang menurunkan reputasi sosial pihak lain," ungkap Kunitaka Kasai.

Baca juga: Serial Anime Rurouni Kenshin Diproduksi Ulang, jadi Penyegaran Grafis setelah Dirilis sejak 1996

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved