Bisnis Sulteng

APBN Tumbuh Positif, Konsumsi Masyarakat Sulteng Meningkat Pasca Turunnya Kasus Positif Covid-19

APBN Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 63,34 persen selama Triwulan I tahun 2022. Pandemi covid-19 melanda Indonesia pada tahun 2020 silam sempat membua

Penulis: Jolinda Amoreka | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/REGINA GOLDIE
Suasana konferensi pers di Aula kanwil DJPb Provinsi Sulteng, Jalan Tanjung Dako, No 15, Lolu Selatan, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Regina Goldie

TRIBUNPALU.COM, PALU - APBN Sulawesi Tengah tumbuh sebesar 63,34 persen selama Triwulan I tahun 2022.

Pandemi covid-19 melanda Indonesia pada tahun 2020 silam sempat membuat perekonomian nasional melmah, akan tetapi pada 3 (tiga) bulan pertama di tahun 2022 menunjukkan pergerakan positif. 

Kasus covid-19 regional Sulawesi Tengah jelang April 2022 turun cukup tajam sehingga mendorong mobilisasi manusia untuk keluar dari rumah mereka sehingga mendorong pergerakan perbaikan ekonomi secara positif.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sulawesi Tengah, Irfa Ampri mengatakan, salah satu sumber APBN negara berasal dari pajak.

Sehingga ketika banyak orang yang sudah meninggalkan rumah maka otomatis pergerakan ekonomi mulai pulih.

Di luar aktivitas di luar rumah seperti orang makan di restoran ada kena pajak, orang belanja bahan kebutuhan di luar juga ada dikenakan pajak.

"Hal tersebut yang mendorong perekonomian negara mulai pulih pasca pandemi covid-19. Penerimaan pajak dari aktivitas masyarakat sangat membantu negara dalam pemulihan ekonomi,” ujarnya. 

Sampai dengan akhir Maret 2022 penerimaan pajak Sulawesi Tengah tumbuh 63,34 persen (yoy) atau 32,73 persen dari target APBN 2022.

Pertumbuhan ini masih didominasi oleh penerimaan PPh Non Migas khususnya pajak atas penghasilan (PPh 21 dan PPh Final) serta penerimaan PPN (Pajak Pertambahan Nilai).

Selain dari pajak masyarakat, potensi dari industri kreatif harus lebih dapat terus digali agar industri kreatif yang berada di tengah-tengah masyarakat dapat berkembang.

“Faktor pendorong perekonomian itu ialah permintaan dan penawaran, jadi potensi industri kreatif harus digali terus sehingga menghasilkan produk-produk berkualitas yang mengundang banyak orang untuk membeli produk tersebut. Pemerintah Provinsi Sulawesi telah menyediakan wadah bagi para pelaku UMKM Sulawesi Tengah dalam menggembangkan UMKM mereka dan dapat bersaing di pasaran luas,” Jelasnya.

Kinerja Belanja Negara perlu dijaga agar berfungsi optimal sebagai shock absorber, terutama untuk melindungi daya beli masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan serta UMKM, maupun menjaga keberlanjutan pemulihan ekonomi. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved