Niat Terselubung Amerika Serikat Dibongkar Presiden Putin, Pantas Saja Mati-matian Bela Ukraina

Hubungan Amerika Serikat dan Rusia makin memanas setelah pecahnya perang di Ukraina.

Editor: Muh Ruliansyah
Pavel Golovkin, Eric BARADAT / AFP / POOL
(FILES) Foto kombinasi ini menunjukkan Presiden AS Joe Biden (kiri) saat memberikan sambutan tentang implementasi Rencana Penyelamatan Amerika di Ruang Makan Negara Gedung Putih di Washington, DC pada 15 Maret 2021; dan Presiden Rusia Vladimir Putin saat ia dan mitranya dari Turki mengadakan pernyataan pers bersama setelah pembicaraan mereka di Kremlin di Moskow pada 5 Maret 2020. - Kremlin menolak pernyataan Biden, dengan mengatakan AS tidak memiliki hak untuk memutuskan. 

TRIBUNPALU.COM - Hubungan Amerika Serikat dan Rusia makin memanas setelah pecahnya perang di Ukraina.

Kedua negara saling lempar tuduhan hingga balas-membalas dalam menjatuhkan sanksi ekonomi.

Ketegangan Amerika Serikat dan Rusia kini memasuki babak baru.

Ketika Rusia menyerang Ukraina, AS langsung menjadi salah satu negara yang membantu Ukraina.

Selain tidak ingin Rusia menang, rupanya AS punya tujuan lain. Apakah itu?

Baca juga: Trik KKB Papua Sulit Dideteksi di Hutan Terbongkar, Para Anggotanya Harus Siap Hidup Menderita

Dilansir dari bbc.com pada Selasa (26/4/2022), Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin mengatakan dia berharap Rusia kalah di Ukraina.

Austin, seorang pensiunan jenderal bintang empat, berbicara setelah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kiev.

Juga melibatkan Menteri Luar Negeri Antony Blinken, kunjungan tersebut menandai perjalanan tingkat tertinggi ke Ukraina oleh pejabat AS sejak invasi dimulai lebih dari dua bulan lalu.

Pertemuan antara pihak AS dan Ukraina, yang berlangsung selama lebih dari tiga jam, terjadi saat Rusia meningkatkan kampanye militernya di selatan dan timur negara itu.

Baca juga: KKB Papua Tak Bisa Dilawan dengan Senjata Canggih, Pengamat Terorisme: Ada yang Mereka Kuasai

Pada konferensi pers di Polandia setelah kunjungan itu, Austin mengatakan kepada wartawan bahwa AS ingin melihat Rusia melemah hingga tidak dapat melakukan hal-hal seperti yang telah dilakukannya dalam menginvasi Ukraina.

Kepala Pentagon itu menambahkan bahwa para pejabat AS masih percaya Ukraina dapat memenangkan konflik dengan "peralatan yang tepat" dan "dukungan yang tepat".

Oleh karenanya, AS mengumumkan akan mengalokasikan 713 juta Dollar AS (Rp10,5 trilun) tambahan bantuan militer ke Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya.

Namun sikap AS ini membuat Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Barat berusaha memecah masyarakat Rusia dan menghancurkan Rusia dari dalam.

Baca juga: Kelemahan KKB Papua Malah Dibongkar Orang Dalam: Kalau Tidak Tiap Hari Kami Serang!

Tuduhan Putin terhadap Barat yang berusaha "menghancurkan Rusia", yang dibuat dalam pidatonya pada hari Senin, tampaknya merupakan tanggapan atas komentar Austin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved