KKB Papua

KKB Papua Makin Brutal, Amerika Larang Warganya Kunjungi Papua: Teroris Dapat Menyerang!

Aksi teror kelompok separatis di Papua semakin meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Editor: Muh Ruliansyah
Antara/Laksa Mahendra/ Soni Namura/Ardi Irawan
FOTO ILUSTRASI - Telah terjadi kontak senjata antara tim gabungan TNI-POLRI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Joparu ,Distrik Sugapa ,Kabupaten Intan Jaya-Papua pada Minggu, 26 Januari 2020. Dalam persitiwa ini seorang anggota KKB dilaporkan tewas. 

TRIBUNPALU.COM - Aksi teror kelompok separatis di Papua semakin meningkat dalam beberapa waktu belakangan.

Tak hanya merusak fasilitas umum, KKB Papua kerap melancarkan serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Korban KKB Papua tak hanya warga sipil saja, tetapi juga aprat keamanan.

Melihat hal tersebut, pemerintah Amerika Serikat (AS) merilis travel advisory atau saran perjalanan terbaru bagi warganya pada Senin (25/4/2022).

Baca juga: Warga di Kota Palu Meninggal Dunia Diserang Buaya Saat Mencari Ikan di Laut

Dilansir dari Bureau of Consular Affairs AS, dalam saran perjalanan itu AS menempatkan Indonesia pada level 2 yang berarti "meningkatkan perhatian".

AS mengatakan, kewaspadaan meningkat di Indonesia akibat terorisme dan bencana alam yang terjadi di beberapa daerah.

Untuk itu, pemerintah AS meminta warganya agar mempertimbangkan kembali perjalanan ke Sulawesi Tengah dan Papua.

Dalam keterangannya, AS mengatakan bahwa teroris merencanakan kemungkinan serangan di Indonesia.

"Teroris dapat menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan, menargetkan kantor polisi, tempat ibadah, hotel, bar, klub malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran," kata pemerintah AS dalam keterangan resminya.

Baca juga: Jalan Tikus KKB Papua Dikepung Sniper TNI, Sekali Bidik, Dua Orang Tewas, 6 Lainnya Lari Terbirit

AS menuturkan, penembakan terus terjadi di wilayah antara Timika dan Grasberg di Papua.

Selain itu, demonstrasi di Sulawesi Tengah dan Papua juga dapat meningkatkan cedera atau risiko kematian warga AS.

Karenanya, pemerintah meminta warganya untuk menghindari demonstrasi dan keramaian.

"Pemerintah AS memiliki kemampuan terbatas untuk memberikan layanan darurat kepada warga AS di Sulawesi Tengah dan Papua karena pegawai pemerintah AS harus mendapatkan izin khusus sebelum bepergian ke daerah tersebut," jelas pemerintah AS.

Selain ancaman teroris, AS menyebut bencana alam seperti gempa, tsunami, dan letusan gunung berapi dapat mengganggu sejumlah layanan transportasi, infrastruktur, sanitasi, dan layanan kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved