Haji 2022

Kuota Haji Sulteng Tahun Ini: Kota Palu dan Banggai Paling Banyak, Banggai Kepulauan Hanya 8 Orang

Sebanyak 903 orang jamaah utama dan 182 orang jamaah cadangan sedang dalam proses verifikasi.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/SALAM
Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah Arifin 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tengah telah menyusun daftar kuota haji per daerah.

Kuota haji yang tersusun dari total 903 jatah Sulawesi Tengah.

Subkoordinator Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Reguler Kantor Wilayah Kemenag Sulteng Arifin mengatakan, kuota haji Sulawesi Tengah tahun ini kurang dari setengah dibandingkan jumlah sebelum pandemi Covid-19, yakni hingga 2.000 jemaah.

“Kuota haji per daerah yang telah terbagi itu juga bisa berubah. Karena jamaah yang kami verifikasi kemungkinan banyak yang menunda keberangkatannya dengan alasan tidak mau terpisah dangan suami, istri, anak, orangtua kandungnya,” kata Arifin via WhatsApp, Jumat (29/4/2022).

Dia menambahkan, sebanyak 903 orang jamaah utama dan 182 orang jamaah cadangan sedang dalam proses verifikasi.

Baca juga: Kuota Haji Indonesia Tahun Ini Capai 100.051 Orang, Kloter Pertama Berangkat 4 Juni 2022

Hasil verifikasi kemudian dikirim ke Pusat untuk bahan penetapan jamaah berhak berangkat 2022M/1443H.

Arifin menyebutkan, Jemaah haji yang masuk kuota keberangkatan tahun ini adalah jemaah haji yang seharusnya berangkat pada tahun 2020, namun tertunda karena Arab Saudi menutup kedatangan jemaah haji asal luar negeri.

“Bagi jemaah haji yang telah melunasi biaya perjalanan ibadahnya tahun 2020, namun telah menarik biaya pelunasannya, maka jemaah tersebut diwajibkan untuk membayar kembali biaya pelunasan. Jika tidak dilakukan, nomor porsinya akan dialihkan kepada jemaah lainnya,” ucap Arifin.

Selain itu, Otoritas Arab Saudi juga melakukan pembatasan usia bagi jemaah haji yang akan menunaikan ibadah, maksimal berusia 65 tahun.

Calon jemaah yang akan diberangkatkan maksimal lahir 8 Juli 1957.

“Aturan yang menetapkan batas usia 65 tahun dari Saudi langsung, bukan dari kita. Ketentuannya adalah maksimal kelahiran 8 Juli 1957, kalau yang lahir 7 Juli 1957 atau beda sehari saja dari ketentuan, itu berarti tidak masuk daftar berangkat, karena sistemnya sudah memblokir, jelas Arifin.

Menurutnya jemaah haji yang berusia 65 tahun ke atas tetap berpeluang untuk berangkat pada musim haji di tahun berikutnya, jika kondisi telah kembali normal dan pihak Arab Saudi kembali mengizinkan pemberangkatan jemaah asal luar negara tersebut seperti sebelum masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Kuota Haji Sulteng Tahun Ini Terbanyak Ketiga di Sulawesi, Berikut Daftarnya untuk Daerahmu

Biaya Haji 2022 Rp 39,8 Juta

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 39.886.009 per jemaah.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved