Ketakutan Diancam Vladimir Putin, AS Tetap Yakin Rusia Tidak akan Gunakan Senjata Nuklir

AS percaya bahwa Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklir meski muncul retorika dari Moskwa akhir-akhir ini.

Editor: Putri Safitri
Kolase TribunPalu.com/Handover
Jadi Negara Nuklir Terkuat, Vladimir Putin Percaya Diri Perintahkan Militernya Mode Tempur 

TRIBUNPALU.COM - Berulangkali dapat peringatan dari Rusia, Amerika Serikat sepertinya mulai ketakutan.

Termasuk soal senjata nuklir yang bisa saja satu saat akan diluncurkan Rusia.

AS mengatakan Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklirnya saat invenasi ke Ukraina.

Hal tersebut disamnpaikan oleh pejabat senior menteri Pertahanan AS. ia menilai Rusia tidak akan sampai menggunakan senjata nuklir untuk menghancurkan Ukraina.

Apa alasannya?

AS percaya bahwa Rusia tidak akan menggunakan senjata nuklir meski muncul retorika dari Moskwa akhir-akhir ini.

Hal tersebut disampaikan seorang pejabat senior Kementerian Pertahanan AS yang enggan disebutkan identitasnya kepada Reuters.

“Kami terus memantau kemampuan nuklir mereka setiap hari sebaik mungkin dan kami tidak menilai bahwa ada ancaman penggunaan senjata nuklir dan tidak ada ancaman terhadap wilayah NATO," kata pejabat itu, sebagaimana dilansir Reuters, Jumat (29/4/2022).

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan pada Senin (25/4/2022) bahwa Barat tidak boleh meremehkan peningkatan risiko konflik nuklir di Ukraina.

Selain itu, Rusia juga akan menempatkan rudal balistik antarbernua (ICBM) terbarunya, Sarmat, ke dalam layanan pada mucim gugur tahun ini.

Rudal tersebut memiliki daya jelajah yang tinggi, mampu melakukan serangan nuklir, dan bisa mencapai AS.

Kekhawatiran Barat mengenai risiko perang nuklir meningkat setelah Presiden Rusia Vladimir Putin pada awal-awal invasinya ke Ukraina berpidato menyinggung soal kekuatan nuklir Moskwa.

Kala itu, Putim memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menghalangi jalan Rusia akan membawa konsekuensi yang berat.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan pekan ini bahwa dia tidak ingin kegagalan militer Rusia Ukraina untuk mendorong Putin menggunakan senjata nuklir taktis di sana.

Awal bulan ini, Direktur CIA William Burns mengatakan bahwa ancaman Rusia yang berpotensi menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina tidak dapat dianggap enteng.

Tetapi, CIA belum melihat banyak bukti nyata yang memperkuat kekhawatiran itu.

Invasi Rusia ke Ukraina telah menyebabkan ribuan orang tewas atau terluka, kota-kota menjadi puing-puing, dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Moskwa menyebut tindakannya sebagai "operasi militer khusus" untuk mendemilitarisasi Ukraina.(*)

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved