Sikap Amerika Berubah, Dulu Ancam China karena Dukung Rusia, Akhirnya Mengemis Minta Hal Ini?

Amerika Serikat terang-terangan melibatkan diri dalam perang yang berkecamuk di Ukraina.

Editor: Muh Ruliansyah
Sikap Amerika Berubah, Dulu Ancam China karena Dukung Rusia, Akhirnya Mengemis Minta Hal Ini?
handover
PERTEMUAN RUSIA-CHINA: Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengunjungi China dan bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi pada Rabu (30/3/2022) waktu setempat. Lavrov menegaskan bahwa Rusia dan China akan bersama membangun tatanan dunia baru.

TRIBUNPALU.COM - Amerika Serikat terang-terangan melibatkan diri dalam perang yang berkecamuk di Ukraina.

Namun di tengah keputusannya itu, Amerika Serikat memendam ketakutan soal China yang juga berpotensi membantu Rusia.

Bukan tanpa alasan jika AS ketakutan setengah mati jika hal itu sampai terjadi, kekuatan militer Rusia dijamin akan berlipat-lipat lebih besar jika sampai dibantu China.

Bayangkan saja sebuah negara seperti Ukraina yang berada di peringkat ke-22 dalam Global Firepower harus menghadapi dua raksasa sekaligus.

Baca juga: Rusia Mendadak Dapat Kabar Buruk, Jenderal Tertinggi Nekat Bertempur di Garis Depan hingga Tertembak

Rusia dan China berada di posisi kedua dan ketiga sebagai negara dengan militer terkuat di dunia menurut Global Firepower.

Secara peringkat, keduanya hanya dikalahkan oleh negara yang selama ini memang dikenal sebagai raksasa militer dunia, yaitu Amerika Serikat.

Hal inilah yang pada akhirnya membuat Amerika Serikat melakukan segala cara dan upaya agar China tak membantu militer Rusia.

Salah satu yang sudah mereka lakukan adalah dengan menebar ancaman kepada China.

Dilansir Al Jazeera, Amerika Serikat mengklaim sudah menyiapkan berbagai kebijakan keras jika sampai China membantu Rusia.

Baca juga: Vladimir Putin Tiba-tiba Ditelpon Presiden Prancis, Ternyata Ini yang Dibahas!

Presiden AS Joe Biden dan Perdana Menteri China Xi Jinping sendiri sebenarnya pernah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Maret lalu.

Saat itulah Biden mengeluarkan ancaman tentang "biaya" yang akan ditanggung oleh China jika sampai membantu Rusia secara militer.

Namun, sejak saat itu, China tidak memberikan jaminan apa pun bahwa mereka tidak akan membantu Rusia.

Mereka seperti enggan untuk memberikan konfirmasi apa pun terkait dengan ancaman yang ditebar AS.

Beijing hanya mengatakan bahwa mereka “tidak ingin melihat” eskalasi perang di Ukraina.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved