Rugi Miliaran Euro, Bank-bank Eropa Justru Ikut Rasakan Konsekuensi Sanksi Ekonomi pada Rusia

bank-bank di Eropa mengalami kerugian miliaran euro akibat dari sanksi ekonomi yang Eropa dan Amerika Serikat kenakan ke Rusia

Editor: Putri Safitri
Handover
Vladimir Putin dan Joe Biden. 

TRIBUNPALU.COM - Beberapa negara di Eropa telah menjatuhkan sanksi-sanksi kepada Rusia.

Hal itu sebagai bentuk protes terhadap aksi Rusia yang melakukan invasi ke Ukraina.

Namun belakangan ini, bank-bank Eropa justru mulai merasakan konsekuensi penerapan sanksi ekonomi bagi Rusia.

Kini bank-bank di Eropa mengalami kerugian miliaran euro akibat dari sanksi ekonomi yang Eropa dan Amerika Serikat kenakan ke Rusia.

Kebutuhan untuk mencatat aset serta menyisihkan uang tunai untuk melindungi terhadap konsekuensi ekonomi yang diharapkan dari sanksi anti-Rusia telah mengakibatkan kerugian miliaran euro bagi bank-bank Eropa.

Pemberi pinjaman sejauh ini telah menerima sekitar $9,6 miliar, dipimpin oleh Societe Generale dan UniCredit.

Diberitakan Rusia Today, ING dan Intesa Sanpaolo melaporkan bahwa eksposur Rusia telah memangkas pendapatan bersih kuartal pertama gabungan mereka hampir $2 miliar.

Beberapa pemberi pinjaman mengatakan pandangan mereka untuk tahun ini akan dibatalkan jika hambatan konflik Rusia-Ukraina pada ekonomi global memburuk.

Intesa dilaporkan telah memangkas target laba 2022, memperingatkan bahwa skenario "sangat konservatif" membayangkan pukulan yang lebih keras.

Dihadapkan dengan ketidakpastian yang ekstrem ini, chief risk officer dari beberapa bank besar Eropa mengadakan pertemuan dengan regulator dan di antara mereka sendiri untuk menilai keandalan model dan penyediaan mereka, orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kepada Bloomberg.

Kebangkrutan perusahaan di pasar kami mungkin akan meningkat” pada tahun 2022 di tengah melonjaknya harga energi, inflasi yang tinggi, dan gangguan rantai pasokan, menurut Chief Executive Officer Commerzbank Manfred Knof, yang dikutip oleh agensi tersebut.

UniCredit mengatakan dapat menyerap dampak makroekonomi terbaru dalam bisnisnya yang lebih luas berkat tingkat modal yang "kuat" , kualitas aset, dan cadangan kerugian pinjaman yang bijaksana. Salah satu bank Eropa dengan kehadiran terbesar di Rusia, UniCredit dilaporkan mendapat untung $ 2 miliar karena mempertimbangkan strategi keluar.

Sementara itu, pemberi pinjaman Prancis Societe Generale diperkirakan akan mengalami kerugian €3 miliar dari penjualan sahamnya di Rosbank Rusia.

(*/ TribunPalu.com / TribunPekanbaru.com )

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved