Joe Bidan Kecewa Bantuan Intelijen AS untuk Ukraina Dalam Menghadapi Rusia Bocor ke Media

Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak senang dengan kebocoran di media tentang bantuan intelijen untuk Ukraina.

kompas.com
Joe Biden - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak senang dengan kebocoran di media tentang bantuan intelijen untuk Ukraina. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Amerika Serikat Joe Biden tidak senang dengan kebocoran di media tentang bantuan intelijen untuk Ukraina.

Pihak Gedung Putih menyinggung pernyataan tak akurat yang mengecilkan peran Ukraina serta membesarkan campur tangan AS.

Biden bahkan dikatakan telah menghubungi jajaran intelijennya terkait kebocoran informasi tersebut.

 

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan pasukan militer Polandia di kota Rzeszow di Polandia tenggara, sekitar 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan dengan Ukraina, Maret 25, 2022.
Presiden AS Joe Biden bertemu dengan pasukan militer Polandia di kota Rzeszow di Polandia tenggara, sekitar 100 kilometer (62 mil) dari perbatasan dengan Ukraina, Maret 25, 2022. (Brendan SMIALOWSKI / AFP)

 

Baca juga: Ukraina Kegirangan, Kanada Janjikan Senjata Baru yang Mampu Membunuh Semua Tentara Rusia

Baca juga: Pidato Putin Jadi Sorotan Lantaran Sama Sekali Tak Sebut Ukraina, Pakar Nilai karena Rusia Gagal

Dilansir TribunWow.com dari The Hill, Senin (9/10/2022), sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengatakan berita tersebut pada wartawan saat briefing.

Ia mengatakan berita yang beredar tentang keterlibatan AS itu membuat Joe Biden kecewa.

"Presiden tidak senang dengan kebocoran itu," kata Psaki, Senin (9/5/2022)

"Pandangannya adalah bahwa itu adalah pernyataan yang berlebihan dari peran kami, pernyataan yang tidak akurat, dan juga pernyataan yang meremehkan peran Ukraina dan kepemimpinan mereka."

"Dan dia tidak merasa (kebocoran dan ketidakakuratan informasi) ini konstruktif."

Komentar Psaki menyusul laporan dari NBC dan outlet berita lainnya bahwa Biden telah berbicara dengan Direktur Intelijen Nasional Avril Haines, Direktur CIA William Burns dan Menteri Pertahanan Lloyd Austin minggu lalu.

Meskipun Psaki menolak untuk mengomentari percakapan pribadi itu, jelas bahwa Gedung Putih kecewa dengan laporan yang mengutip sumber pejabat AS yang tidak disebutkan namanya itu.

Diketahui, The New York Times melaporkan pekan lalu bahwa intelijen AS membantu Ukraina menargetkan dan membunuh jenderal-jenderal Rusia.

Tetapi mencatat bahwa para pejabat mengatakan, AS melarang dirinya memberikan informasi intelijen tentang para pemimpin Rusia paling senior.

The Washington Post dan media lainnya melaporkan sehari kemudian bahwa intelijen AS membantu Ukraina menargetkan dan menenggelamkan kapal perang Rusia Moskva.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved