Bacaan dan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya

Berikut ini TribunPalu sampaikan bacaan dan tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15.

Tribunnews Style
FOTO ILUSTRASI: Membaca Al Quran 

Bacaan dan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin & Artinya

TRIBUNPALU.COM - Al Qiyamah merupakan salah satu surah yang berada di dalam kitab suci Al Quran.

Surah ini terdiri dari 40 ayat yang tergolong dalam Surah Makkiyah karena turun di Kota Mekkah.

Al Qiyamah menjadi surah yang ke-75, turun setelah Surah Al Qari'ah.

Kata Al-Qiyamah diambil dari perkataan Al-Qiyamah yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Arti dari Al Qiyamah ialah hari kiamat.

Mengutip penjelasan Ustaz Dr Firanda Andirja di kanal YouTube Firanda Andirja, Al Qiyamah adalah salah satu nama dari hari kiamat.

Dikatakannya jika hari kiamat memiliki banyak nama, salah satunya Al Qiyamah.

Selain Al Qiyamah, beberapa nama lain dari hari kiamat ialah As Shahah, Al Qari'ah, Ath Thamah, As Sa'ah yang setiap julukannya memiliki makna.

"Semuanya memiliki makna masing-masing, contohnya As Sa'ah artinya waktu di mana hari kiamat akan datang tiba-tiba.

Lalu As Shahah yaitu hari yang berkaitan dengan suara yang kencang dan mengekikkan atau sangkakala.

Ath Thamah yang meliputi malapetaka yang mana tidak ada seseorangpun yang bisa menghindari malapetaka tersebut," jelas Ustaz Firanda saat mengisi kajian tafsir juz 29 di Masjid Aisyah Gunung Pati Semarang.

Baca juga: Bacaan dan Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 6 hingga 10, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

FOTO ILUSTRASI: Kegiatan tadarus membaca Al Quran
FOTO ILUSTRASI: Kegiatan tadarus membaca Al Quran (Freepik.com)

Dari sekian banyak julukan hari kiamat, salah satunya juga Al Qiyamah yang diambil dari kata 'qama yaqumu qiyaman' yang artinya berdiri.

Manusia akan berdiri menantikan kedatangan Allah SWT, karena manusia akan dikumpulkan di Padang Masyar.

"Manusia akan keluar dari kuburan seperti belalang yang bertebaran nggak karuan bingung mau kemana.

Kemudian kita dikumpulkan di padang masyar dengan berdiri, ulama mengatakan tidak ada yang duduk semuanya berdiri," sambungnya.

Lebih lanjut Ustaz Firanda mengatakan waktu berdiri di hari kiamat sangat lama, yakni satu hari seperti lima puluh ribu tahun.

Maka dari itu disebut sebagai hari kiamat, yakni hari di mana manusia akan berdiri menanti kedatangan Allah SWT.

Dari sumber yang lain, Ustaz Dr Amir Faishol Fath juga menjelaskan tafsir tentang Surah Al Qiyamah.

Melalui tayangan YouTube Fath Institute, ia menjelaskan jika Allah SWT membuka surah ini dengan sumpah.

Surah ini menjelaskan bahwa Allah SWT akan membangunkan seluruh manusia di hari kiamat.

"Orang-orang kafir nggak pernah mikir kalau akan ada alam akhirat (setelah hidup di dunia).

Tapi kalau orang ebriman yakin bahwa dunia ini bukan akhir dari segalanya," ujarnya saat menjelaskan.

Umat Muslim lebih takut bebruat dosa karena sekecil apapun dosa akan tetap dihisab oleh Allah setekah kiamat nanti.

Allah SWT bersumpah jika Allah akan bersumpah dengan adanya hari kiamat.

Untuk mengetahuinya lebih detail, Anda dapat menyimak bacaan dan tafsir Surah Al Qiyamah berikut ini.

TribunPalu telah melansirnya dari laman resmi Quran Kemenag milik Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca juga: Bacaan Niat Qadha Puasa Ramadhan dan Tata Cara Mengganti Utang Puasa Ramadhan

Bacaan Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15

كَلَّا لَا وَزَرَۗ - ١١

11. kallā lā wazar

Artinya: Tidak! Tidak ada tempat berlindung!

اِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمُسْتَقَرُّۗ - ١٢

12. ilā rabbika yauma`iżinil-mustaqarr

Artinya: Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.

يُنَبَّؤُا الْاِنْسَانُ يَوْمَىِٕذٍۢ بِمَا قَدَّمَ وَاَخَّرَۗ - ١٣

13. yunabba`ul-insānu yauma`iżim bimā qaddama wa akhkhar

Artinya: Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

بَلِ الْاِنْسَانُ عَلٰى نَفْسِهٖ بَصِيْرَةٌۙ - ١٤

14. balil-insānu 'alā nafsihī baṣīrah

Artinya: Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,

وَّلَوْ اَلْقٰى مَعَاذِيْرَهٗۗ - ١٥

15. walau alqā ma'āżīrah

Artinya: dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.

Baca juga: Bacaan Surah yang Dianjurkan Dibaca saat Berzikir: Al Fatihah hingga An Nas, Tulisan Arab & Artinya

Tafsir Surah Al Qiyamah Ayat 11 hingga 15

Ayat 11

Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini.

Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata! Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu.

Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia.

Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

Dalam ayat ini ditegaskan bahwa sekali-kali tidak ada tempat berlindung.

Tidak ada satu perlindungan pun yang mungkin menyelamatkan mereka dari siksaan Allah.

Tidak ada benteng maupun bukit atau senjata yang dapat digunakan. Demikian dalam ayat lain Allah menegaskan: Patuhilah seruan Tuhanmu sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (atas perintah dari Allah).

Pada hari itu kamu tidak memperoleh tempat berlindung dan tidak (pula) dapat mengingkari (dosa-dosamu). (asy-Syura/42: 47)

Ayat 12

Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini.

Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata!

Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu. Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia.

Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.

Kemudian dalam ayat ini diterangkan keadaan yang sebenarnya dan ke mana manusia hendak dikumpulkan.

Hanya kepada Allah tempat manusia kembali.

Di tempat penuh kesengsaraan atau di tempat penuh nikmat penuh kebahagiaan. Semuanya tergantung kepada kehendak Allah. Dia Penguasa Tunggal di hari itu.

Semua manusia kembali kepada Allah tanpa kecuali. Ke sanalah tujuan perjalanan hidup yang terakhir. Allah berfirman: Dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu). (an-Najm/53: 42)

Ayat 13

Pertanyaan manusia pada akhir ayat yang lalu, diberikan jawab-annya pada ayat-ayat ini. Sekali-kali tidak! Tidak ada tempat berlindung kecuali pada Allah semata!

Hanya kepada Tuhanmu sajalah yang selama ini berbuat baik kepadamu wahai manusia, tidak kepada siapa pun selain-Nya, tempat kembali pada hari itu.

Allah yang akan memutuskan seadil-adilnya atas segala urusan manusia. Pada hari itu diberitakan secara jelas dan tegas kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya

Ayat ini menerangkan bahwa pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya. Kepada manusia diceritakan ketika telah tiba waktunya menghisab dan menimbang amalannya.

Semua akan dibeberkan dengan jelas, mana perbuatan baik yang telah dikerjakan dan mana yang seharusnya dikerjakan tapi tidak sempat lagi dilaksanakan.

Demikian pula mana yang semestinya dahulu diperbuat guna menghindarkan diri dari azab Allah dan mencapai pahala-Nya. Tidak ada yang luput dari pemberitaan itu, karya yang kecil maupun yang besar, yang baru maupun yang usang.

Ibnu 'Abbas mengartikan ayat ini dengan menjelaskan bahwa yang diceritakan tidak hanya sekadar perbuatan buruk dan baik seseorang menjelang dia meninggal dunia, tetapi juga segala karya, pikiran, dan kebiasaannya.

Semua orang akan menyaksikan sendiri di hadapannya segala wujud amaliahnya, sebagaimana disebutkan dalam ayat lain:

Dan diletakkanlah kitab (catatan amal), lalu engkau akan melihat orang yang berdosa merasa ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata,

"Betapa celaka kami, kitab apakah ini, tidak ada yang tertinggal, yang kecil dan yang besar melainkan tercatat semuanya," dan mereka dapati (semua) apa yang telah mereka kerjakan.

Dan Tuhanmu tidak menzalimi seorang jua pun. (al-Kahf/18: 49)

Sehubungan dengan hal ini, disebutkan pula dalam hadis Rasulullah saw: Tujuh macam perbuatan seorang hamba yang tetap mengalir pahalanya bagi orang yang sudah wafat:

orang yang mengajarkan ilmu, orang yang membuat aliran sungai, orang yang menggali sumur, orang yang menanam pohon kurma, orang yang mendirikan masjid, orang yang mewariskan (menyebarluaskan) mushaf (kitab suci Al-Qur'an), dan orang yang meninggalkan anak (keturunan) yang memohonkan ampunan baginya setelah ia meninggal. (Riwayat Abu Nu'aim dan al-Baihaqi dari Anas bin Malik)

Ayat 14

Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka.

(Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21). Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima

Dalam ayat ini, Allah menjelaskan bahwa diri manusia itu sendiri menjadi saksi.

Tidak perlu orang lain menceritakan kepadanya karena semua bagian tubuhnya menjadi saksi atas segala yang telah dikerjakannya, dengan jujur tanpa berbohong.

Siapa yang berbuat jahat diberi siksaan dan tidak bisa dihindari. Pendengaran, penglihatan, kaki, tangan, dan semua anggota tubuh membeberkan segala yang telah dikerjakannya.

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yasin/36: 65)

Meskipun telah diterangkan dalam Al-Qur'an akan datangnya hari Kiamat dan manusia mempertanggungjawabkan amalnya, tetapi manusia tetap saja ingin mengajukan berbagai alasan untuk mendebat keputusan Allah, karena mengikuti hawa nafsunya.

Ayat 15

Sebenarnya setiap orang sudah mengetahui keadaan diri mereka masing-masing, tidak perlu diberitahu, bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri, anggota tubuh mereka akan berbicara dan menjadi saksi atas perbuatan mereka. (Lihat surah Yasin/36, 65. An-Nur/24, 24. Fusssilat/41, 20-21).

Dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya, dengan argumen yang kuat, namun itu tidak akan membantu meringankan azab yang mereka terima.

Dalam ayat ini dijelaskan bahwa biarpun manusia berusaha mengajukan berbagai alasan guna menutupi segala kesalahannya, dan menyembunyikan segala perbuatan jeleknya, namun semua itu tidak akan berguna karena anggota tubuhnya akan menjadi saksi atas dirinya.

Dalam ayat lain disebutkan: Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghitung atas dirimu. (al-Isra'/17: 14)

Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. (Yasin/36: 65)

Dari isyarat ayat di atas dapat pula kita mengambil pelajaran bahwa keyakinan orang musyrik mempersekutukan Allah dan menyembah patung atau berhala, serta ketidakpercayaan mereka pada hari kebangkitan adalah kepercayaan yang salah.

Hati kecil mereka sendiri sesungguhnya tidak mengakui yang demikian. Oleh karena itu, segala alasan yang mereka kemukakan guna menolak kebenaran, sebenarnya adalah alasan palsu.

Mereka mengucapkan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak hati nurani sendiri.

(TribunPalu/Kim)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved