Telusuri Hutan Karet dan Pepohonan Besar, YouTuber Ungkap Lokasi KKN Desa Penari Viral di Medsos

Sejak dua pekan penayangan, animo pentonton untuk film KKN di Desa Penari masih cukup tinggi.

Editor: Muh Ruliansyah
Twitter @@SimpleM81378523/MDPictures
Poster Film KKN di Desa Penari 

TRIBUNPALU.COM - Sejak dua pekan penayangan, animo pentonton untuk film KKN di Desa Penari masih cukup tinggi.

Tembuk angka 4,6 juta penonton, film KKN di Desa Penari akhirnya dinobatkan film horor Indonesia terlaris sepanjang masa.

Kisah asli keenam mahasiswa KKN di Desa Penariseperti yang diceritakan akun Twitter bernama SimpleMan merupakan cerita dan pengalaman nyata yang namanya disamarkan menjadi Ayu, Nur, Widya, Wahyu, Anton, dan Bima.

Masyarakat pun hingga kini masih menebak-nebak keberadaan lokasi asli Desa Penari yang dijadikan tempat KKN sampai saat ini masih menjadi misteri.

Banyak yang berspekulasi menyebutkan bahwa lokasi asli Desa Penari terletak di daerah Banyuwangi, Jawa Timur.
Namun, tak diketahui pasti dimana keberadaan desa terpencil itu.

Bahkan sebagian orang banyak yang rela mencari-cari titik asli lokasi KKN di Desa Penari yang berada tepat di sekitar wilayah Rowo Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.

Di sana terdapat sebuah lokasi yang disebut kampung 'hilang'.

Baru-baru ini, viral sebuah video memperlihatkan sebuah desa yang masih sangat asri begitu sepi di tengah hutan.

Pengunggah video yang bernama Sultoni Irsyah itu mengatakan bahwa daerah yang dikunjunginya itu disebut-sebut sebagai lokasi KKN Desa Penari yang asli.

Dalam narasinya, pria ini akan memperlihatkan sebuah desa yang hilang ditinggalkan oleh penghuninya.

Sultoni dengan menggunakan sepeda motornya menunjukkan jalan yang berkelok-kelok cukup sempit hanya bisa dilalui satu arah.

Tak sendirian, Ia ditemani oleh seseorang menuju desa yang disebut-sebut sebagai lokasi KKN di Desa Penari tersebut.

Terlihat sepanjang jalan dipenuhi pohon-pohon besar yang menjulang saat menyusuri perjalanan yang cukup panjang.

Mulai dari melewati jalan yang sangat kecil, jalan rusak hingga melewati hutan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved