INFO BMKG Sulteng

Beredar di Sosmed Sulteng Diterpa Gelombang Panas? Begini Penjelasan BMKG Palu

Sejumlah unggahan di media sosial pun menyebut adanya Gelombang Panas yang menerpa Sulteng hingga pertengahan Mei 2022.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM,PALU - Suhu udara di Sulawesi Tengah memang terasa panas dan terik akhir-akhir ini.

Sejumlah unggahan di media sosial pun menyebut adanya Gelombang Panas yang menerpa Sulteng hingga pertengahan Mei 2022.

Informasi itu kemudian diluruskan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Palu.

Menurut Prakirawan Cuaca BMKG Kota Palu Fathan, suhu panas terik beberapa hari terakhir tidak disebabkan serangan Gelombang Panas atau heatwave, melainkan posisi semu matahari.

"Yang membuat lebih panas dari biasanya itu walaupun tidak terlalu ekstrem yaitu dikarenakan posisi matahari berada di atas ekuator," tutur Fathan.

Baca juga: Cuaca Ekstrem, BMKG Palu Minta Warga di 6 Kabupaten Siaga Hingga Tiga Hari ke Depan

Untuk suhu di wilayah Sulawesi Tengah saat ini masih terpantau normal, yaitu berkisar diantara 33 derajat celcius hingga 34 derajad celcius.

Fathan menilai, intensitas suhu yang tinggi itu dapat menyebabkan potensi hujan juga.

"Dan kondisi seperti ini juga masuk dalam musim pancaroba, untuk di Kota Palu ini skala cuaca bisa ditebak, namun untuk kategori musimnya tidak jelas, karena pada saat panas ada juga hujannya begitu sebaliknya," jelasnya.

Pengertian Gelombang Panas

Dikutip dari Kompas.com, Gelombang Panas adalah periode suhu permukaan tinggi yang abnormal dan berkepanjangan.

Gelombang Panas dapat terjadi selama beberapa hari hingga beberapa minggu dan merupakan penyebab signifikan kematian akibat cuaca.

Sebenarnya, tidak ada definisi standar mengenai Gelombang Panas.

The World Meteorological Organization mendefinisikan Gelombang Panas sebagai kondisi ketika suhu mencapai lebih dari suhu maksimum rata-rata sebesar 5 derat celcius atau lebih selama lima hari atau lebih berturut-turut.

Suhu yang sangat panas selama beberapa waktu ini dapat berbahaya bagi makhluk hidup.

Baca juga: Cerita Unik Ketua KPU Palu Lihat Gerhana Matahari Cincin Setiap Hari dari Ruang Kerjanya

Amerika Serikat dilanda Gelombang Panas dan kekeringan pada tahun 1988 yang menewaskan lebih dari 4.000 orang.

Gelombang Panas paling sering terjadi di musim panas ketika tekanan yang tinggi berkembang di suatu wilayah.

Gelombang Panas merupakan peristiwa cuaca yang ekstrem, namun penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim membuat fenomena ini lebih mungkin terjadi.

Ketika konsentrasi gas kaca meningkat, Gelombang Panas dengan intensitas yang sama menjadi lebih sering diproyeksikan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved