Hati-hati, Konsumsi Soda Berlebih dapat Meningkatkan Risiko Diabetes, Ini penjelasannya

Gula buatan yang terdapat dalam soda dapat meningkatkan risiko diabetes jika dikonsumsi secara berlebihan.

drweil.com
Mengonsumsi soda secara berlebihan dapat meneybabkan risiko diabetes. 

TRIBUNPALU.COM – Berbagai macam soda seringkali menjadi minuman yang dikonsumsi saat cuaca terik karena dapat menyegarkan tenggorokan dan melepas dahaga.

Minuman soda ini biasanya cenderung memiliki rasa yang manis yang diketahui dari gula buatan.
Jika sering dikonsumsi, gula buatan tersebut dapat berdampak pada kesehatan Anda.

Dalam artikel ini, Tribunpalu memeriksa efek soda pada risiko diabetes dan bagaimana menghentikannya dapat membantu mencegah perkembangan penyakit yang umum dan mengancam jiwa.

Melansir dari laman Medical News Today, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2010, risiko terkena diabetes 26 persen lebih tinggi bagi orang yang mengonsumsi satu atau lebih minuman manis setiap hari.

Mengonsumsi terlalu banyak minuman manis dapat menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan energi dalam bentuk lemak.

Jadi, minum terlalu banyak soda dapat berperan dalam perkembangan kelebihan berat badan dan obesitas.
Penelitian telah menunjukkan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas merupakan faktor risiko diabetes tipe 2 dan kondisi lainnya.

Resistensi insulin merupakan pusat perkembangan diabetes tipe 2.

Itu terjadi ketika sel-sel menjadi terbiasa dengan kelebihan gula dalam aliran darah dan tidak menyerap glukosa secara efektif, kurang merespons insulin.

Diketahui, Insulin adalah hormon yang membuka sel, memungkinkan glukosa masuk.

Sebuah studi tahun 2016 menemukan bahwa minuman manis berkontribusi pada perkembangan resistensi insulin dan pradiabetes, yakni tahap sebelum diabetes penuh terjadi.

Berikut beberapa penyebab asupan gula memepengaruhi diabetes:

  • Konsentrasi glukosa darah yang lebih tinggi dari karbohidrat yang cepat dicerna dapat meningkatkan insulin. 
  • Permintaan insulin yang lebih tinggi dalam jangka panjang membuat pankreas lelah, sehingga mengakibatkan intoleransi glukosa dari sel.
  • Diet tinggi GI (Indeks Glikemik) dapat secara langsung meningkatkan resistensi insulin.
  • Karena soda memiliki GI yang sangat tinggi, soda mungkin berkontribusi pada proses ini.
    Kajian tersebut juga mendukung saran bahwa asupan gula yang tinggi menambah obesitas dengan meningkatkan total energi yang dikonsumsi.
  • Dengan kata lain, karena minuman manis menambah asupan kalori harian secara keseluruhan, peningkatan kalori kemungkinan mengarah pada peningkatan berat badan.

Baca juga: Sering Kelelahan Bisa Jadi Tanda Awal Diabetes Tipe 2, Ini Penjelasan dan Cara Mengatasinya

Baca juga: Kaya Akan Protein, Selai Kacang Bermanfaat untuk Bantu Turunkan Kolesterol hingga Cegah Diabetes

Risiko konsumsi soda

Seperti yang sudah dijelaskan, jika soda merupakan minuman yang mengandung pemanis buatan.

Efek yang berpotensi berbahaya dari minuman pemanis buatan pada kontrol glikemik bagi orang yang sudah menderita diabetes adalah bahwa pemanis buatan kira-kira 200 kali lebih manis daripada gula.

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved