Teroris MIT Poso

Pascapenangkapan 22 Teroris MIT di Poso dan Ampana, Pengamat: Jangan Lengah

Hanya 4 hari berselang, seorang tersangka lainnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian di Kabupaten Morowali.

Penulis: fandy ahmat | Editor: mahyuddin
Handover
Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pengamat Terorisme Universitas Tadulako (Untad) Prof Muhammad Khairil mewanti-wanti seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap acaman teror kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Hal itu menyusul ditangkapnya 19 tersangka teroris MIT di Kabupaten Poso dan 3 lainnya di Ampana pada 14 Mei 2022.

Hanya 4 hari berselang, seorang tersangka lainnya menyerahkan diri ke pihak kepolisian di Kabupaten Morowali.

"Penyebaran ideologi dan pola doktrinasi ini sangat efektif dalam proses rekrutmen. Jangan lengah dan selalu waspada. Sebab selama apa yang mereka targetkan belum tercapai, selama itu pula usaha mereka akan terus mencari kader," ujar Prof Khairil, Senin (23/5/2022).

Baca juga: VIDEO: Ini Sosok MRW, Terduga Teroris MIT Poso yang Menyerahkan Diri ke Aparat

Dari kasus tersebut, Dekan FISIP Untad itu menilai sel-sel jaringan MIT telah tersebar di hampir seluruh wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng).

Pasalnya, kebanyakan masyarakat mengira MIT hanya berbasis di Kabupaten Poso dan sekitarnya sesuai cakupan wilayah operasi Madago Raya.

Menurut Prof Khairil, tersangka yang menyerahkan diri dapat menjadi petunjuk untuk menelusuri tokoh utama yang terus melakukan upaya rekrutmen.

"Semoga ini bisa terlacak hingga ke akar. Tertangkapnya beberapa tersangka membuktikan bahwa kelompok ini telah tersebar hampir di seluruh wilayah Sulteng. Bahkan tentu tidak hanya Sulteng karena jaringan teroris ini mendunia," tuturnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved