Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 16 hingga 20, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Berikut ini adalah bacaan dan tafsir Surah Al Muddassir lengkap dengan artinya dan tafsirnya.

Editor: Imam Saputro
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Jemaah melakukan tadarus di Masjid Istiqlal Jakarta 

Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 16 hingga 20, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

TRIBUNPALU.COM - Berikut ini adalah bacaan dan tafsir Surah Al Muddassir lengkap dengan artinya.

Al Muddassir merupakan surah yang ada di dalam kitab suci Al Quran.

Surah ini berada di urutan ke-74 yang jumlah ayatnya yaitu 56.

Tergolong ke dalam surah Makiyyah, Surah Al Muddassir turun setelah Surah Muzzammil.

Al Muddassir diambil dari ayat pertamanya yang berarti 'orang yang berkemul'.

Secara keseluruhan, Surah Al Muddassir memang menjelaskan tentang seruan Allah SWT agar beribadah.

Ustaz Yahya melalui tayangan YouTube Nurul Hayat Channel menjelaskan peta konsep dari Surah Al Muddassir ini.

"Saya memetakan kandungan dari Surah Al Muddassir ada 6 bagian, dan semoga kita semua bisa mentadaburinya bersama-sama.

Ya minimal kita pelajari 3 hingga 4 pertemuan untuk hasil yang maksimal," ungkapnya saat membuka kajian online tafsir Surah Al Muddassir.

Disebutkannya jika ayat 1 hingga 10, Surah Al Muddassir berbicara tentang wasiat bagi Nabi Muhammad di awal berdakwah.

Kemudian pada ayat 11 hingga 25 berisi tentang ancaman bagi pembesar musyrikin.

Dilanjutkan pada ayat 26 hingga 37, Allah SWT menjelaskan tentang saqar dan penjaga neraka.

Pada ayat 38 hingga 48, terdapat percakapan antara golongan kanan dan mujrimin.

Lalu di ayat 49 hingga 53, Allah SWT mengisahkan orang-orang yang telah berpaling dari Al Quran.

Di bagian akhir pada ayat 54 hingga 56, terdapat nasihat-nasihat yang berkaitan dengan paripurna.

"Saya memetakan kandungan dari Surah Al Muddassir ada 6 bagian, dan semoga kita semua bisa mentadaburinya bersama-sama.

Ya minimal kita pelajari 3 hingga 4 pertemuan untuk hasil yang maksimal," ungkapnya saat membuka kajian online tafsir Surah Al Muddassir.

Baca juga: Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 11 hingga 15, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Melansir dari kanal YouTube Firanda Andirja, surah Al Muddassir memiliki makna yang sama dengan Surah Al Muzammil.

Dikatakan oleh Ustaz Dr Firanda Andirja, M.A., Surah Al Muddassir memiliki makna orang-orang yang memakai selimut.

"Maknanya sama dengan surah Al Muzammil yaitu orang yang memaki selimut.

Karena ad dissar adalah pakaian yang dipakai setelah as syiar atau yang menempel langsung, ad disar ini lapisan kedua dari pakaian," ungkapnya saat menjelaskan.

Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa Surah Al Muddassir dan Surah Al Muzammil memiliki hubungan yakni kandungannya saling berkaitan.

Surah Al Muzammil memiliki kandungan yang isinya seruan Allah SWT kepada Nabi Muhaammad SAW untuk beribadah.

"Beribadah di sini diartikan salat tahajud, karena ini merupakan bekal bagi seorang dai.

Allah SWT menyeru Nabi agar mengcharge imannya dengan tahajud dan bertasbih di sepertiga malam," sambung Ustaz Firanda.

Kemudian Surah Al Muddassir memiliki kandungan yang intinya Allah SWT menyeru kepada Nabi Muhammad SAW untuk ibadah berdakwah yang bernilai dakwah.

"Adapun Surah Al Muddassir memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk ibadah yang bermanfaat, yaitu dengan berdakwah kepada Allah SWT," jelasnya saat mengisi tausiyah di Masjid Imam Syafi'i Banjarmasin.

Pada Surah Al Muddassir, Allah SWT membuka firmannya dengan mengatakan kepada Nabi tanpa menyebut namanya.

"Allah membuka dengan menyebut bukan nabi tapi orang yang sedang berselimut.

Dalam Bahasa Arab menunjukkan kelembutan, yang dipanggil dengan kelembutan untuk seseorang tersebut," tandas Ustaz Firanda dalam penjelasan kajian tafsirnya.

Untuk mengetahuinya lebih jelas, TribunPalu telah mengutip bacaan dan tafsir Surah Al Muddassir.

TribunPalu telah melansirnya dari laman Quran Kemenag yang diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Baca juga: Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 6 hingga 10, Lengkap dengan tulisan Arab, Latin dan Artinya

Bacaan Surah Al Muddassir Ayat 16 hingga 20

كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ - ١٦

16. kallā, innahụ kāna li`āyātinā 'anīdā

Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur'an).

سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ - ١٧

17. sa`ur-hiquhụ ṣa'ụdā

Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.

اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ - ١٨

18. innahụ fakkara wa qaddar

Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ - ١٩

19. fa qutila kaifa qaddar

maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ - ٢٠

20. ṡumma qutila kaifa qaddar

Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

Baca juga: Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 16 hingga 20

Ayat 16

Aneka nikmat yang dianugerahkan kepadanya mestinya dia syukuri dengan berbuat baik, ternyata malah membangkang maka tidak bisa terpenuhi keinginannya!

Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami yakni Al-Qur’an.

Allah menegaskan bahwa sikap al-Walid itu tidak akan menambah apa yang diinginkannya, karena sesungguhnya ia menentang ayat-ayat-Nya.
Allah sekali-kali tidak akan mengabulkan kehendaknya. Bahkan menurut riwayat, semenjak turunnya pernyataan Allah ini, harta dan kekayaan al-Walid semakin berkurang.

Anak pun begitu, meninggal satu persatu sehingga habis semua. Akhirnya al-Walid tinggal sebatang kara.

Al-Walid selalu menunjukkan secara terang-terangan sikap menentang terhadap apa yang disampaikan Nabi Muhammad, berupa dalil-dalil tentang keesaan dan kekuasaan Allah, penjelasan tentang adanya hari kebangkitan, keterangan tentang risalah dan nubuat yang beliau bawa, dan lain-lain.

Al-Walid menentang dengan keras wahyu Allah yang diturunkan melalui Muhammad saw.

Oleh karena itu, ia berusaha pula hendak berbicara meniru gaya Al-Qur'an.

Dia menganggap kalau Allah tetap hendak mengutus seorang rasul di kalangan bangsa Arab, maka tidak ada yang lebih pantas untuk menerima tugas suci itu melainkan dia sendiri.

Begitulah kesombongan dan sikap keras kepala menghilangkan segala kesenangan duniawinya.

Segi lain yang kita ambil dari ayat ini adalah keingkaran al-Walid terhadap Allah dikategorikan kufur 'inad, maksudnya dia tahu betul dan mengakui dengan hati kecilnya bahwa apa yang disampaikan Nabi Muhammad adalah benar, namun lidah (ucapan) tetap mengingkarinya.
Inilah jenis kekafiran yang paling kotor dan keji.

Seperti banyak terdapat pada masa sekarang. Hati kecil mengakui ajaran agama itu benar dan menguntungkan, namun lidah tetap menentang karena berbagai faktor.

Ayat 17

Allah melanjutkan ancamannya terhadap yang menolak kebenaran Al-Qur’an.

Karena ia berkeras menolak ayat-ayat-Ku, maka Aku akan membebaninya dengan pendakian yang memayahkan.

Dalam ayat ini, Allah menegaskan bahwa Dia akan memikulkan kepada al-Walid pendakian yang memayahkan.

Maksudnya adalah Tuhan melemparkannya ke dalam neraka yang sangat dahsyat yang tidak ada sanggup ditahan sakitnya.

Diibaratkan Allah bahwa kesukaran yang kelak dirasakan pada hari Kiamat diibaratkan seperti pendaki gunung yang disuruh memikul beban yang berat.

Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa arti sa'ud (pendakian) dalam ayat ini adalah sebagai berikut:

Sa'ud adalah gunung api (di neraka) yang akan didaki oleh orang-orang kafir selama 70 tahun dan kemudian mereka (yang mendakinya) jatuh lagi ke bawah.

Begitulah berulang-ulang untuk selama-lamanya.

(Riwayat Ahmad dan at-Tirmidhi dari Abu Sa'id) Ada yang mengartikan sa'ud itu dengan suatu azab yang kalau sudah menimpa seseorang, tidak akan pernah berhenti.

FOTO ILUSTRASI: Kegiatan tadarus membaca Al Quran
FOTO ILUSTRASI: Kegiatan tadarus membaca Al Quran (Freepik.com)

Baca juga: Bacaan & Tafsir Surah Al Muddassir Ayat 1 hingga 5, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Ayat 18

Sesungguhnya dia yang sangat keras kepala itu telah memikirkan dengan sungguh-sungguh untuk mencari kelemahan Al-Qur’an dan menetapkan apa yang ditetapkannya

Ayat ini menerangkan bahwa sesungguhnya al-Walid memikirkan dan memahami wahyu Allah yang telah didengarnya.

Akan tetapi, dia berusaha pula hendak menyusun kata-kata sendiri dengan maksud hendak mencela apa yang ada dalam Al-Qur'an.

Dia mereka-reka perkataan lain yang bersifat menentang Al-Qur'an, sehingga orang Quraisy merasa senang dengannya, merasa cocok keinginan mereka dengan al-Walid.

Ayat 19

maka celakalah dan terkutuklah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh aneh caranya.

Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?

Allah mengutuk al-Walid dengan kata-kata "celakalah dia, bagaimana dia menetapkan?"

Terkutuklah al-Walid dan orang Quraisy yang berbuat seperti itu. Sehubungan dengan hal ini, Allah berfirman: Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah."

Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka.

Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)

Ayat 20

Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh tidak masuk akal sehat.

Sungguh aneh caranya. Sekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan? Sungguh tidak masuk akal sehat.

(TribunPalu/Kim)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved