Balapan Formula E Tanpa Pawang Hujan, BMKG Prediksi Cuaca di Jakarta Kurang Bersahabat

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca hari ini agak kurang bersahabat.

Editor: Muh Ruliansyah
Kolase TribunPalu.com/Handover
Formula E tak pakai pawang hujan 

Tidak Pakai Pawang

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan ajang balap mobil listrik internasional perdana di Indonesia itu, tanpa menggunakan jasa pawang hujan seperti MotoGP Mandalika lalu.

Diketahui, saat ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika Lombok NTB pada 20 Maret 2022 lalu, jasa pawang hujan bernama Rara Istiani Wulandari digunakan setelah terjadi hujan badai di arena sirkuit.

Anies mengakui cara-cara seperti itu adalah bagian dari kearifan lokal.

Namun, tidak untuk dirinya selaku pejabat utama penyelanggara Formula E Jakarta 2022.

"Mungkin ada kearifan lokal, tapi satu kalimat, tidak ada pawang-pawangan," ucapnya di Balai Kota, Kamis (2/6/2022).

Anies pun memilih bekerja sama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dalam memantau pergerakan awan hujan.

"Kami di DKI Jakarta selalu menggunakan ilmu pengetahuan dan data di dalam bekerja," kata Anies.

Orang nomor satu di DKI ini pun mengaku bakal tetap menyukuri apapun kondisi cuaca yang terjadi di hari pelaksanaan Formula E.

"Bila terang kita syukuri, bila hujan juga kita syukuri. Semuanya adalah rahmat kita tinggal di khatulistiwa yang terbiasa dengan terang dan basah," ujarnya.

Anies juga menyebut, para pembalap Formula E sudah terbiasa balapan di tempat yang kondisi cuacanya tak menentu.

Oleh sebab itu, mereka bisa cepat beradaptasi dan tak ada masalah bila ada perubahan cuaca.

"Para pembalap sudah tahu bahwa mereka akan melakukan lomba di tempat yang bisa terang dan basah," tuturnya.(*)


(Sumber: TribunJakarta.com)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved