Banggai Hari Ini

Cerita Yusran, Berjuang Melestarikan Burung Maleo Secara Mandiri di Toili Banggai

Yusran (baju merah) turut melepasliarkan 15 ekor anak burung Maleo dari penetasan konservasi ex situ DSLNG, di Suka Margasatwa Bakiriang, Kecamatan

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Yusran (baju merah) turut melepasliarkan 15 ekor anak burung Maleo dari penetasan konservasi ex situ DSLNG, di Suka Margasatwa Bakiriang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, Kamis (9/6/2022). 

“Sebenarnya ada banyak yang menetas, tapi lain tidak berhasil hanya 27 ekor itu sejak tahun 2017,” papar Yusran.

Kendala utama yang dihadapi Yusran dan rekan-rekannya adalah minimnya pengetahuan tentang konservasi burung Maleo

Selain itu juga fasilitas untuk konservasi mandiri belum memadai.

Sehingga Komunitas Jaya Lestari bersama-sama dengan DSLNG dalam upaya pelestarian burung Maleo setelah mendapat arahan dari BKSDA Sulawesi Tengah melalui Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Bakiriang.

Telur yang didapatkan oleh Komunitas Jaya Lestari diberikan kepada DSLNG untuk penetasan di Maleo Centre, fasilitas konservasi ex situ yang dibangun pada tahun 2013 lalu.

Saat ini total anggota Komunitas Jaya Lestari  telah berjumlah 36 orang, yang terdiri dari warga Desa Bukit Jaya hingga kepala dusun.

Mereka akan terus berkoordinasi dengan pihak DSLNG untuk menyelamatkan Maleo yang terancam punah ini.

“Kami juga melibatkan Babinsa dan Babinkamtibmas dalam upaya pelestarian Maleo ini,” tuturnya. (*)
 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved