Universitas Muhammadiyah Luwuk

Mahasiswa Unismuh Luwuk Tagih Janji 9 Program Bupati Banggai

Aksi itu merupakan mimbar bebas atas janji kampanye Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili. 

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/NAWI
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk berdemonstrasi di depan kampus Jl Ahmad Dahlan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/6/2022) sore. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk mengajukan "Mosi Tidak Percaya Bupati Banggai" terkait janji kampanye pada Pilkada 2020.  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri 

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk berdemonstrasi di depan kampus Jl Ahmad Dahlan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (18/6/2022) sore. 

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Luwuk mengajukan "Mosi Tidak Percaya Bupati Banggai" terkait janji kampanye pada Pilkada 2020. 

Ketua BEM FISIP Unismuh Luwuk Ari Ramimu menyatakan, aksinya itu merupakan mimbar bebas atas janji kampanye Bupati Banggai Amirudin Tamoreka dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili. 

"Ini masih mimbar bebas. Kami rencana turun aksi ke kantor Bupati Banggai pada tanggal 22 Juni 2022 nanti," kata Ari. 

Baca juga: Aksi Pengrusakan Taman Astaka Luwuk Banggai Terekam CCTV, Pelakunya Diburu Polisi

Kata dia, ada sejumlah janji kampanye Bupati dan Wakil Bupati Banggai yang dikenal dengan sembilan program unggulan belum terealisasi di masa 1 tahun pemerintahan. 

Ada sembilan program unggulan Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili (AT-FM).

Yaitu gratis pelayanan kesehatan, gratis pelayanan pendidikan, gratis pertanian, perkebunan dan subsidi pupuk, gratis bibit ternak, gratis alat tangkap nelayan, gratis pelatihan guru, gratis pelayanan perizinan usaha, gratis pelayanan KTP dan KK, serta tunjangan kinerja ASN dan peningkatan upah honorer. 

"Program prioritas AT-FM yang belum juga teralisasi di usia pemerintahan AT-FM yang sudah 1 tahun," kata Ari. 

Dalam mimbar bebas itu, mahasiswa meminta Rektor Unismuh Luwuk Banggai turut serta bersama-sama untuk mengkritisi pemerintahan AT-FM. 

"Rektor harus mengeluarkan instruksi kepada mahasiswa Unismuh Luwuk untuk turun aksi secara kolektif ke kantor Bupati," ucap Ari.(*)
 
 
 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved