Morowali Hari Ini

Pemuda Sesalkan Penjualan Aset Desa Ambunu Morowali ke Perusahaan Pengolahan Nikel

Warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menyesalkan penjualan lahan desa secara diam-diam ke perusahaan PT Bou

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Aktivitas PT BTIIG di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Warga Desa Ambunu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menyesalkan penjualan lahan desa secara diam-diam ke perusahaan PT Boushou Taman Industri Investment Group (BTIIG).

Pemuda Desa Ambunu Afit Saputra mengatakan, lahan tersebut merupakan perkebunan sawit yang diberikan PT Tamaco pada 1996 dengan luas sekitar 10.000 meter persegi.

"Djamaluddin BS, kepala Desa Ambunu saat itu menerima langsung pemberian kebun tersebut sebelum akhirnya digantikan oleh Muhaemin," ujar Afit, Sabtu (18/6/2022).

Sebagai kepala desa, Muhaemin ikut mengolah kebun kelapa sawit termasuk mengurus administrasi dan sertifikat.

Nama Muhaemin tercantum dalam sertifikat sebagai penanggung jawab dalam setiap pengelolaan.

Baca juga: Bantu Warga Kurang Mampu, Kelurahan Kabonena Kota Palu Hadirkan Gerakan Segenggam Beras

Sejak itu, masyarakat Ambunu mengetahui bahwa PT Tamaco memberikan kebun kelapa sawit dan menjadi aset desa.

Setelah jabatan Muhaemin berakhir, pengelolaan kebun kelapa sawit otomatis beralih kepada kepala-kepala desa selanjutnya.

Kemudian pada 2022, PT BTIIG berencana membangun kawasan industri di wilayah Desa Ambunu.

Afit menuturkan, sebagian masyarakat yang memiliki lahan perkebunan sawit telah menjual lahannya ke perusahaan penghasil biji nikel itu dengan harga bervariasi.

"Ada yang menarik perhatian dan sorotan masyarakat dalam soal pembebasan lahan, yaitu aset desa berupa kebun kelapa sawit ikut terjual dan tergusur," ungkapnya.

Alumni Universitas Tadulako (Untad) itu mengatakan, pemerintah desa dan tokoh masyarakat telah menggelar pertemuan ketika PT BTIIG meminta pembebasan lahan.

Baca juga: Suara Merdu Pasien Usai Operasi di Rumah Sakit Viral, Perawat Joget Sambil Jentikkan Jari

Dalam pertemuan itu, lahan desa disepakati diserahkan ke perusahaan dan masyarakat memilih tukar guling (satu hektar diganti dua hektar).

"Saat masyarakat Ambunu hampir semua memilih setuju untuk ditukar guling dan persetujuan itu dibuktikan dengan tanda tangan dari dusun satu sampai dusun tiga, terdengar kabar bahwa lahan desa tersebut sudah terjual ke perusahaan," ungkap Afit.

Di sisi lain, kata Afit, Kepala Desa Ambunu Fadli mengaku tidak tahu menahu ketika warga menanyakan soal penjualan lahan desa ke perusahaan.

"Ada persoalan lahan desa dijual seseorang ke perusahaan yang rencananya akan masuk di kampung. Ini menjadi kejanggalan yang sangat terlihat di depan mata. Kami meyakini ada oknum yang sengaja bermain pada kasus ini," ucapnya.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved