Banjir Banggai

Wakil Bupati Banggai Sebut Banjir di Sekitar Tambang Nikel karena Curah Hujan

Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili meninjau lokasi banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Furqanuddin Masulili, meninjau lokasi Banjir Banggai di sejumlah wilayah Kecamatan Bunta yang masuk dalam areal pertambangan nikel. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Wakil Bupati (Wabup) Banggai, Furqanuddin Masulili, meninjau lokasi Banjir Banggai di sejumlah wilayah Kecamatan Bunta yang masuk dalam areal pertambangan nikel.

Dari 5 wilayah yang terdampak Banjir Banggai, hanya 2 desa yang ditinjau Wabup Banggai, Senin (20/6/2022).

2 wilayah Banjir Banggai yang didatangi Wakil Bupati Banggai itu adalah desa Tuntung dan Pongian, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Dari 2 desa itu, tercatat ada 157 kepala keluarga yang terdampak banjir pada Minggu (19/6/2022) malam.

107 kepala keluarga di antaranya berada di Desa Tuntung. Sedangkan 50 kepala keluarga di Desa Pongian.

Baca juga: Angka Kemiskinan di Banggai Capai 30.100 Penduduk, Bertambah 1.940 Jiwa di 2021

Kepada korban banjir, Furqanuddin menyatakan bahwa musibah yang dialami saat ini adalah ujian.

Kata Furqanuddin, penyebabnya adalah curah hujan sehingga air sungai meluap.

"Ini tentunya disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adanya pendangkalan air sunggai sehingganya meluap dan mengenangi rumah-rumah penduduk," kata Furqanuddin.

Berbagai keluhan yang disampaikan korban banjir, lanjut Furqanuddin, pihaknya akan membicarakan masalah ini tingkat kabupaten, dan ditindaklanjuti ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Sebelumnya, banjir menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah pada Minggu (19/6/2022) malam.

5 desa yang terendam banjir itu berada di sekitar pertambangan nikel yaitu PT Koninis Fajar Mineral (KFM) dan PT Aneka Nusantara Internasional (ANI).

Baca juga: Pembinaan Zona Integritas, Staf Khusus Menkumham Tinjau Rutan Kelas IIA Palu

Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai melaporkan banjir menerjang 5 desa itu pada pukul 15.30 hingga 20.00 Wita.

Di Desa Tuntung sendiri, diketahui ada korban jiwa bernama Karlos Delim, 53 tahun.

Karlos meninggal lantaran panik sampai terjatuh saat banjir menerjang.

Selain itu, sebanyak 30 rumah warga Desa Tuntung dilaporkan terendam banjir, dan metusak fasilitas kesehatan Poskesdes Tuntung.

Di Desa Nanganangaon, dilaporkan adanya kerusakan fasilitas umum seperti akses jalan di Dusun 3 secara total, dan putusnya jembatan yang menghubungkan Dusun 1 ke Dusun 3.

Di Desa Pongian, sebanyak 7 rumah warga di bantaran sungai terendam banjir.

Di Kelurahan Kalaka, tercatat 24 rumah, sedangkan di Kelurahan Salabenda dilaporkan 36 rumah warga. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved