Kemenkumham Sulteng

PARPRI Sulteng Gelar Silaturahmi Pelaku Ekosistem Industri Musik

PARPRI Sulteng menggelar acara bertajuk Silaturahmi Pelaku Ekosistem Industri Musik, Jumat (24/6/2022).

Editor: Muh Ruliansyah
Handover
Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, Pemusik Republik Indonesia (PARPRI) Sulteng menggelar acara bertajuk Silaturahmi Pelaku Ekosistem Industri Musik, Jumat (24/6/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, Pemusik Republik Indonesia (PARPRI) Sulteng menggelar acara bertajuk Silaturahmi Pelaku Ekosistem Industri Musik, Jumat (24/6/2022).

Kegiatan tersebut dalam rangka membangun kesepahaman terkait kegelisahan dalam membangun dan menggerakan industri musik di Sulteng.

Selain itu, PARPRI menganggap ekosistem industri musik di Sulawesi Tengah belum menunjukkan tanda-tanda yang menggembirakan bagi segenap masyarakat insan musik.

Demikian pula dengan keberadaan musik di Indonesia lebih khusus Provisi Sulawesi Tengah masih dipandang sebagai pelengkap semata.

PARPRI menganggap, permasalahan-permasahan tersebut dikarenakan cara pandang yang belum sejalan antara para stakeholder dan pemerintah yang sangat penting untuk diidentifikasi, diformulasikan dan transformasikan dalam berbagai kebijakan pemerintah sebagai wujud adanya kepedulian dan keberpihakan negara/pemerintah bagi kepada seniman lagu dan musik di Sulawesi Tengah.

Kegiatan ini diikuti para seniman senior dan junior se-kota Palu antara lain Haji Jamal selaku pengurus PARPRI Sulteng dan seniman kawakan asal Palu Rival salah satu personil Java Jazz dari Jakarta dan Acil Kribo yang masing-masing menampilkan lagu-lagu hits-nya yang orisinil.

Acara ini rencana diikuti Pasha Ungu, namun jadwal kegiatan dan undangan padat sehingga tidak maksimal hadir.

Adapun jumlah seniman Kota Palu yang hadir 30 orang, DPR, Dinas Parekraf Provinsi/ Kota, dan pemerhati seni, budaya, wartawan, TV Sulteng, Radar Sulteng, dan RRI Kota Palu.

Hadir juga Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah, yang fokus pada Kekayaan Intelektual, Pelindungan dan Penegakan Hukum bagi para Seniman dan Pencipta Lagu.

Dalam pemaparan dan dialog, Max Wambrauw menyampaikan seputar Peran Kanwil Kemenkumham di Wilayah sesuai Permenkumham No 30 tahun 2018 Tentang Tugas Fungsi Kemenkumham RI.

Disampaikam secara gamblang terkait kekayaan intelektual yaitu: hasil olah pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna bagi manusia.

Hak kekayaan intelektual terkandungdua hak antara lain Moral Right dan Ekonomi Right, bahwasanya suatu ciptaan menjadi milik dari penciptanya kapan pun walaupun berpindah nanti ke ahli warisnya. Karena perintah undang-undang dan jangka waktu pelindungan hukumnya.

Terkait itu disinggung pula Moral Right lebih pada si pencipta berhak menerima dan menikmati hasil dari karya ciptaannya sesuai regulasi yang berlaku.

Pencipta mempunyai hak atas ciptaannya dalam hal membuat, menggunakan, menjual, memperbanyak, mengalihkan dan menyewakan sesuai kesepakatan.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved