Evaluasi PPKM di Tengah Naiknya Kasus Covid-19, Jokowi Minta Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan

Kasus covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, evaluasi PPKM kembali dilakukan pemerintah,

Editor: Imam Saputro
TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho
Sejumlah wisatawan asal Malaysia tiba di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Evaluasi PPKM di Tengah Naiknya Kasus Covid-19, Jokowi Minta Vaksin Booster Jadi Syarat Perjalanan 

TRIBUNPALU.COM - Kasus covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir, evaluasi PPKM kembali dilakukan pemerintah.

Presiden Jokowi disebut meminta aturan perjalanan kembali diperketat agar Covid-19 bisa kembali terkendali.

Presiden Jokowi  memimpin rapat terbatas Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kantor Presiden Jakarta, Senin (4/7/2022).

Pada kesempatan itu, Jokowi berbicara mengenai evaluasi PPKM.

Termasuk puncak kasus Covid-19 di Indonesia yang diprediksi terjadi pada minggu kedua dan ketiga Juli 2022.

“Kembali kita akan mengevaluasi kebijakan PPKM yang kita tahu kasus per 3 Juli kemarin ada sebanyak 1.614 kasus dan diprediksi puncak kasusnya akan berada di bulan Juli ini, di minggu kedua atau minggu ketiga,” kata Jokowi dalam pengantar rapat.

Presiden meminta agar capaian vaksinasi booster terus ditingkatkan.

Ia meminta Kapolri, Panglima TNI, Kepala BNPB, dan Menteri Kesehatan untuk mendorong vaksinasi booster bagi masyarakat.

“Terutama di kota-kota yang memiliki interaksi antar-masyarakatnya tinggi,” tuturnya.

Presiden mengatakan penerapan protokol kesehatan perlu untuk digaungkan kembali.

Presiden tidak ingin Covid 19 terus meningkat sehingga menggangu pemulihan ekonomi.

“Kemudian juga perlu kita gaungkan kembali pelaksanaan protokol kesehatan. Ini penting karena kita tidak mau pengendalian Covid ini bisa mengganggu ekonomi kita,” ujar Jokowi.

Wajib Booster

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo meminta agar vaksinasi booster jadi syarat perjalanan menggunakan pesawat terbang.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat terbatas evaluasi PPKM yang dipimpin presiden di Istana Merdeka, Senin (4/7/2022).

"Jadi tadi arahan Bapak Presiden untuk airport disiapkan vaksinasi dosis ketiga," ujar Airlangga.

Dia pun menyebutkan, vaksinasi booster ini akan dipakai sebagai syarat perjalanan dengan alat transportasi lain.

Selain itu, vaksinasi booster juga akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak.

"Tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan," tuturnya.

Lebih lanjut Airlangga menegaksan, secara umum Presiden Jokowi meminta agar capaian vaksinasi dosis pertama, kedua dan booster terus ditingkatkan.

Kepala Negara menambahkan, capaian vaksinasi Covid-19 dosis kedua di beberapa daerah di luar Jawa-Bali masih di bawah 50 persen. Contohnya di Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Khusus untuk di luar Jawa-Bali yang masih di bawah 50 persen itu ada di Maluku, Papua Barat dan Papua untuk dosis kedua. Dan rata-rata dosis ketiga masih di bawah 20 persen," tambahnya.

Kenaikan Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan jika pihaknya meneliti mengenai kenaikan kasus Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh dunia. 

Baik itu di negara Eropa, Amerika maupun juga negara Asia.

Ia pun menyebutkan jika hasil diskusi dengan para epidemiologi dijelaskan jika kenaikan disebabkan karena kurang kewaspadaan dari beberapa negara.

Serta, terlalu terburu-buru mengendurkan protokol kesehatan maupun vaksinasi. 

Sedangkan kondisi di Indonesia menurut Budi jauh lebih baik dalam menghadapi gelombang sub varian BA.4 dan BA.5.

"Karena relatif para masyarakat Indonesia lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Serta dalam melaksanakan vaksinasi," ungkap Budi dalam konferensi pers virtual, Senin (4/7/2022).

Oleh karena itu pesan pertama yang perlu disampaikan adalah protokol Kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah harus dilaksanakan.

Misalnya tetap menggunakan masker kalau di luar ruangan atau sedang berada kerumunan. Termasuk pada orang dengan kondisi badan tidak sehat.

Namun, masyarakat bebas untuk tidak menggunakan masker jia tidak berada di ruangan terbuka.

Dan menurut Dicky hal itu konsisten dijalankan. 

Hal kedua yang menjadi pesan dari Menkes adalah perlunya literasi yang disampaikan pada masyarakat agar melakukan vaksinasi booster.

"Upaya ini memang terbukti bisa meningkatkan kadar antibodi di dalam tubuh," pungkas.

 

Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved