Selasa, 14 April 2026

Banggai Hari Ini

Sempat Ricuh, Pendemo Hadang Bupati Banggai saat Menghadiri Paripurna LKPD

Detik-detik pendemo menghadang Bupati Amirudin Tamoreka saat tiba di kantor DPRD Banggai untuk mengikuti rapat paripurna LKPD tahun 2021, Selasa (5/7/

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ASNAWI ZIKRI
Detik-detik pendemo menghadang Bupati Amirudin Tamoreka saat tiba di kantor DPRD Banggai untuk mengikuti rapat paripurna LKPD tahun 2021, Selasa (5/7/2022). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Kericuhan terjadi antara petani dan Satpol PP saat kedatangan Bupati Banggai Amirudin Tamoreka di kantor DPRD Banggai untuk mengikuti rapat paripurna LKPD tahun 2021, Selasa (5/7/2022).

Kericuhan terjadi lantaran pendemo dari petani sawit kecamatan Batui akan membakar ban namun dihalangi anggota Satpol PP Banggai, Sulawesi Tengah.

Unjuk rasa petani ini berlangsung sejak Senin (4/7/2022) siang, dan puluhan pendemo memilih menginap di gedung wakil rakyat lantaran pertemuan yang berlangsung semalam dengan tim Pokja tidak membuahkan hasil.

Petani tetap bertahan dan menginap sampai tuntutan mereka direalisasi.

Kedatangan Bupati Amirudin Tamoreka yang didampingi Ketua DPRD Banggai Suprapto Ngatimin untuk mengikuti rapat paripurna sempat dihadang pendemo.

Baca juga: DSLNG Gelar Pelatihan Pencegahan Tuberkulosis pada Kader Kesehatan di Kabupaten Banggai

Pendemo menujukkan bukti sertifikat asli kepada Bupati Amirudin, namun Bupati hanya tersenyum lalu naik ke lantai 2 kantor DPRD Banggai untuk mengikuti rapat paripurna LKPD tahun 2021.

Akibat peristiwa itu, 2 pendemo perempuan pingsan dan langsung digotong anggota Satpol PP untuk mendapatkan perawatan.

Aksi unjuk rasa yang sudah sekian kali ini dipicu masalah lahan antara petani dengan perusahaan sawit PT Sawindo Cemerlang.

Dalam aksi itu, mereka menuntut pengembalian hak atas lahan bersertifikat milik petani, yang selama ini masuk dalam wilayah HGU perusahaan PT. Sawindo Cemerlang.

"Kami meminta pemerintah daerah dan lembaga DPRD Banggai secara serius menyikapi permasalahan ini," kata Widiawati, petani Batui.

Para petani juga mendesak tim Pokja bentukan Pemerintah Kabupaten Banggai dalam penyelesaian konflik agraria antara petani dengan PT. Sawindo Cemerlang untuk segera bekerja secara profesional atas permasalahan tersebut.

Selain itu, para petani juga meminta lembaga DPRD Kabupaten Banggai membantu petani untuk meminta pihak Polres Banggai menghentikan kasus yang melibatkan Demas Saampap, salah seorang petani asal Desa Honbola, Kecamatan Batui.

Demas kini ditetapkan sebagi tersangka dalam kasus dugaan pencurian sawit yang dilaporkan oleh PT. Sawindo Cemerlang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved