Alkhairaat

Berdasarkan SK Ketua Utama Alkhairaat, Jabatan Ketua Umum PB Alkhairaat Berlanjut Hingga Muktamar

Beberapa oknum mengatasnamakan Tokoh Pemuda Alkhairaat, terus mempermasalahkan status Habib Ali bin Muhammad Aljufri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar

Penulis: Rezha Rinaldy | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Habib Abdurrahman bin Abdillah Aljufri 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Beberapa oknum mengatasnamakan Tokoh Pemuda Alkhairaat, terus mempermasalahkan status Habib Ali bin Muhammad Aljufri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat.

Habib Ali dianggap sudah demisioner sehingga tidak bisa lagi melakukan kegiatan apapun yang mengatasnamakan dirinya sebagai Ketua Umum PB Alkhairaat.

Telah dijelaskan oleh Ketua Dewan Pakar PB Alkhairaat, Prof Zainal Abidin, bahwa jabatan ketua umum tersebut tetap berlanjut atas titah Ketua Utama Alkhairaat, Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri, semasa hidup.

Namun oleh beberapa pihak tetap berdalih bahwa pernyataan lisan almarhum Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri tidak dapat dijadikan dalil untuk melegalkan status Habib Ali sebagai ketua umum.

Pernyataan Habib Saggaf harus ditindaklanjuti dengan surat keputusan resmi.

Baca juga: Tokoh Pemuda Anggap Plt Sebagai Baiat, Prof Zainal: Plt Bukan Pengganti Ketua Utama Alkhairaat

Menyikapi polemik tersebut, Habib Abdurrahman bin Abdillah Aljufri mengatakan, ada SK dari Ketua Utama Alkhairaat yang memerintahkan ketua umum untuk bertugas sampai hari ini.

Dia menjelaskan, sebelum munculnya Surat Keputusan (SK) Pembentukan Panitia Muktamar Besar XI Alkhairaat Tahun 2020 lalu, Ketua Utama Alkhairaat Habib Saggaf bin Muhammad Aljufri telah mengeluarkan SK kepada Habib Ali sebagai ketua umum yang isinya merintahkan untuk dilakukan penyusunan struktur PB Alkhairaat.

"Setelah disusun, saya adalah salah satu saksi mata yang dipanggil oleh ketua utama ke Pesantren Madinatul Ilmi Dolo untuk mendiskusikan komposisi kepengurusan PB Alkhairaat. Saat itu beliau (ketua utama) sempat memberikan koreksi beberapa nama sehingga dilakukan perubahan,” ungkap putra mantan Ketum PB Alkhairaat, Habib Abdillah bin Muhammad Aljufri itu, Kamis (14/7/2022) pagi.

Sayangnya, kata dia, hasil koreksi nama-nama pengurus yang sudah dipesan oleh ketua utama, belum sempat dilihatnya kembali, berhubung kondisi kesehatannya yang semakin menurun, hingga akhirnya meninggal dunia.

Perlu diingat, tegas dia, SK Ketua Utama adalah memerintahkan ketua umum untuk bertugas sampai hari ini, sehingga masih sah sampai berlangsungnya muktamar nanti.

Baca juga: Persiapan Terus Dimaksimalkan, Muktmar Besar XI Alkhairaat Siap Digelar

“Sebab bunyi suratnya memang seperti itu," tekannya.

Ia mengakui persoalan status demisioner yang dipermasalahkan beberapa oknum.

Namun, kata dia, mereka yang berstatus demisioner bukanlah ketua umum, melainkan struktur pengurus lainnya, mulai dari sekretaris jenderal hingga kepengurusan tingkat bawah di jajaran PB Alkhairaat.

“Karena perpanjangan SK yang dilakukan pada tahun 2021 memang hanya berlangsung sampai Juni 2022 terhadap sekjen serta pengurus lainnya," terang Habib Man, sapaan akrabnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved