Jenderal Bintang Dua Datangi Rumah Brigadir J di Jambi, Ternyata Bukan Irjen Ferdy Sambo?
Rumah Birgadir J yang didatangi jenderal bintang dua terletak di SD 74 Desa Suka Makmur, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
TRIBUNPALU.COM - Jenderal bintang dua mendatangi rumah Brigadir J yang merupakan korban dalam insiden Polisi tembak Polisi.
Diektahui, insiden Polisi tembak Polisi itu terjadi di rumah dinas Kadiv Propam, Irjen Ferdy Sambo di Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Adapun rumah Birgadir J yang didatangi jenderal bintang dua terletak di SD 74 Desa Suka Makmur, Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi.
Jenazah Brigadir J sendiri telah dimakamkan pada Senin (11/7/2022) usai diterbangkan dari Jakarta.
Baca juga: Ketua RT Geram CCTV Komplek Diganti Polisi Usai Baku Tembak di Rumah Irjen Ferdy: Saya Ini Jenderal!
Brigadir J tewas usai adu tembak dengan Bharada E yang merupakan sesama ajudan Irjen Ferdy Sambo.
Lokasi berdarah terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di kawasan Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) sore sekira pukul 17.00 WIB.
Mabes Polri menyebut kronologi penembakan karena Brigadir J melakukan pelecehan kepada istri Irjen Ferdy Sambo yang sedang berada di dalam kamar.
Sedangkan saat kejadian Irjen Ferdy Sambo sedang berada di luar rumah untuk melakukan tes PCR.
Dalam kasus ini, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membentuk tim gabungan.
Adapun tim gabungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolri, Irwasum, serta di dalamnya terdapat Kompolnas dan Komnas HAM.
Baca juga: Orang-orang Ini Datangi Rumah Irjen Ferdy Ketua RT Ungkap Detik-detik Insiden Polisi Tembak Polisi
Karenanya, Kapolri tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan, termasuk untuk menonaktifkan Irjen Ferdy Sambo sebagai Kadiv Propam.
Jenderal bintang empat ini meyakini bahwa tim gabungan yang dibentuknya untuk menangani kasus ini adalah tim profesional.
Didatangi jenderal bintang dua
Pada Rabu (13/7/2022) pagi sekira pukul 09.00 WIB, ada jenderal bintang dua yang menyambangi kediaman Brigadir J.
Sosok tersebut bukanlah Irjen Ferdy Sambo yang merupakan atasan Brigadir J.
Sosok jenderal bintang dua itu adalah Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad Wibowo.
Baca juga: Polisi Kena Tampar Mahfud MD, Tuntut Kejelasan Kronologi Kasus Baku Tembak di Kediaman Irjen Ferdy
Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat mengatakan, Kapolda Jambi tak hanya menyampaikan duka cita.
Dia bahkan memimpin doa di makam Brigadir J.
"Beliau memimpin doa, juga menyampaikan duka cita," kata Samuel.
Sebut banyak kejanggalan
Purnawirawan TNI yang kini menjadi anggota DPR RI, Mayjen TNI (purn) TB Hasanuddin menilai banyak kejanggalan dalam kasus kematian Brigadir J.
Menurut kronologi versi Polri, Brigadir J tewas usai terlibat adu tembak dengan Bharada E di rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, pada Jumat (8/7/2022).
Brigadir J disebut Polri melakukan pelecehan kepada istri Ferdy Sambo.
Saat ini, Bharada E juga telah diamankan oleh Propam Polri untuk kejelasan kasus ini.
Kendati begitu banyak pihak menilai banyak kejanggalan di kasus ini, termasuk TB Hasanuddin.
Dipaparkan TB Hasanuddin, kejanggalan itu mulai dari pengiriman mayat Brigadir J mulai dari luka sayatan hingga rusaknya CCTV di rumah dinas Irjen Sambo.
"Kejanggalannya yang pertama, kenapa baru ada press release 2 hari kemudian, setelah jenazah dibawa secara diam-diam ke kampung halaman kemudian diprotes keluarga," kata Tubagus Hasanuddin saat dilansir dari TribunJabar.id melalui sambungan telepon, Selasa (12/7/2022) petang.
Baca juga: Keluarga Brigadir J Alami Kejanggalan Baru: Rumah Dikepung Polisi hingga WA Diretas
Tubagus menuturkan kalau memang benar dari Divisi Humas Polri yang menyatakan Brigadir J masuk ke ruang istrinya Kadiv Propam dalam rangka apa perbuatan itu dilakukan.
Kejanggalan selanjutnya, kata TB Hasanuddin, apakah betul penjelasan bahwa Brigadir J masuk ke kamar kemudian melakukan pelecehan lalu menodongkan pistol.
"Seharusnya, bukannya Brigadir J yang ditodong?" kata politisi PDIP Perjuangan itu.
Lebih lanjut, menurut TB Hasanuddin, tak masuk akal ajudan itu tinggal di rumah sementara Kadiv Propam tidak di rumah.
"Seharusnya kan ikut mengawal," katanya.
TB Hasanuddin juga menyoroti soal pangkat kedua polisi yang saling tembak.
Dimana dalam kasus ini, pangkat sopir itu justu Brigadir, sementara sang ajudan justru berpangkat Bharada yang berada di bawahnya.
"Itu kan kebalik. Sopir seharusnya yang Bharada, sebaliknya, ajudan Brigadir pangkatnya," kata TB Hasanuddin.
Selanjutnya soal luka sayatan.
TB Hasanuddin mengatakan jika ada yang mengatakan luka sayatan itu terserempet peluru, maka bukanlah luka sayatan yang seharusnya didapat tetapi luka bakar.
"Peluru itu kan panas. Kalau menyerempet, ya lukanya luka bakar," katanya.
Karena itu, dia mendesak agar Kapolri menurunkan tim khusus untuk melakukan investigasi, sebab ini menyangkut jiwa manusia.
"Seharusnya lakukan saja (penyelidikan) terbuka, termasuk jenazahnya divisum.
Masak, kok orang meninggal langsung dikirim (ke rumah duka) saja," ucapnya.(*)
(Sumber: TribunJakarta.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/Kejanggalan-polisi-tembak-polisi-Brigadir-J.jpg)