PADAHAL Disanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa, RUSIA Justru Tertimpuk Rejeki Nomplok, Kok Bisa?

Rusia yang mengklaim meraup banyak keuntungan ekonomi sejak negaranya mendapatkan sanksi oleh Barat, yakni Amerika Serikat dan Uni Eropa

Editor: Putri Safitri
SERGEI GUNEYEV
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konser yang menandai ulang tahun kedelapan pencaplokan Krimea oleh Rusia di stadion Luzhniki di Moskow pada Jumat (18/3/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Diketahui Rusia mendapatkan sanksi ekonomi dari Amerika Serikat dan Uni Eropa usai invasi Ukraina.

Bukannya rugi, Rusia justru tertimpuk rejeki nomplok.

Hal itu ungkap oleh pemerintah Rusia yang mengklaim meraup banyak keuntungan ekonomi sejak negaranya mendapatkan sanksi oleh Barat, yakni Amerika Serikat beserta sekutunya dan negara-negara Uni Eropa.

Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov dikutip kantor berita Rusia TASS, dalam sebuah wawancara dengan Vedomosti mengatakan, salah satu dampak positif yang didapat Rusia adalah akan terjadi penurunan harga energi dan makanan di pasar global.

"Berapa lama harga energi tetap tinggi akan tergantung pada dinamika ekonomi global dan durasi pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat," ujar Siluanov.

Saat menjawab pertanyaan tentang apakah pencabutan pembatasan akan menyebabkan pasar "mendingin" dan menemukan keseimbangan, dia mengatakan, "Tentu saja. Dan ini juga berlaku untuk makanan, sumber daya energi, dan logistik, yaitu semua barang dan jasa yang dikenai sanksi."

Menurut Siluanov, Rusia diuntungkan dari situasi saat ini di pasar energi dunia. “Situasinya positif bagi Rusia karena harga energi yang tinggi, tetapi untuk seluruh dunia situasinya agak suram," ujarnya.

Dia menjelaskan, saat ini harga komoditas yang tinggi seperti itu disebabkan oleh pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat.

"Mereka ingin menghukum Rusia, tetapi mereka menghukum diri mereka sendiri. Bahkan dengan diskon Ural terhadap Brent, kami menerima pendapatan minyak dan gas yang baik. Hukum penawaran dan permintaan yang sederhana berhasil," kata Siluanov.

Sanksi terhadap Rusia Melansir BBC, Rusia dilaporkan telah melewatkan tenggat waktu untuk melakukan pembayaran utang, karena sanksi yang dikenakan padanya.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, berbagai sanksi telah diumumkan yang ditujukan untuk membatasi kemampuan Rusia dalam membiayai perang.

Apa itu sanksi internasional? Sanksi adalah hukuman yang dijatuhkan oleh satu negara ke negara lain, untuk menghentikannya bertindak agresif, atau melanggar hukum internasional.

Sanksi adalah salah satu tindakan terberat yang dapat dilakukan negara, selain berperang. Bagaimana sanksi terhadap Rusia? Negara-negara Barat telah menargetkan individu kaya, bank, bisnis, dan perusahaan milik negara.

Sanksi keuangan Rusia diyakini telah gagal membayar utang untuk pertama kalinya sejak 1998, setelah melewatkan tenggat waktu penting.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved