TAK HANYA Irjen Ferdy Sambo, Jenderal dan Kombes Ini Juga Terancam Dicopot Buntut Kasus Brigadir J

Usai Irjen Ferdy Sambo, Kuasa hukum keluarga Brigadir J kembali mendesak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Jenderal dan Kombes ini.

Editor: Putri Safitri
Kolase TribunPalu.com/Handover
Irjen Ferdy Sambo, Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Budhi Herdi Susianto. Usai Irjen Ferdy Sambo, Kuasa hukum keluarga Brigadir J kembali mendesak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Jenderal dan Kombes ini. 

TRIBUNPALU.COM - Irjen Ferdy Sambo dicopot sebagai Kadiv Propam Mabes Polri oleh Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, buntut kasus Polisi tembak Polisi yang menewaskan Brigadir J alias Brigadir Yosua.

Namun ternyata tak hanya Irjen Ferdy Sambo, Jenderal dan Kombes lainnya juga didesak untuk dicopot.

Keduanya adalah Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Budhi Herdi Susianto.

Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mendesak Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mencopot Jenderal dan Kombes tersebut.

"Memohon dengan sangat kepada Bapak Presiden RI selaku kepala negara dan kepala pemerintahan supaya memberi atensi, demikian juga Komisi III DPR RI selaku wakil rakyat, termasuk kepada Bapak Kapolri untuk supaya sementara menonaktifkan Kadiv Propam Polri atas nama Ferdy Sambo," ujar Kamaruddin saat ditemui di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (18/7/2022).

"Kemudian menonaktifkan juga Karo Paminal atas nama Brigjen Hendra. Yang ketiga menonaktifkan Kapolres Jakarta Selatan," sambungnya.

Kamaruddin Simanjuntak, penasihat hukum keluarga Samuel Hutabarat menunjukkan foto jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022).
Kamaruddin Simanjuntak, penasihat hukum keluarga Samuel Hutabarat menunjukkan foto jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, di Bareskrim Mabes Polri, Senin (18/7/2022). (handover)

Kamaruddin menjelaskan, ketiganya perlu dinonaktifkan agar penanganan perkara ini bisa ditangani secara objektif.

Kemudian, Kamaruddin meminta supaya mobil yang dipakai Irjen Sambo dari Magelang turut diamankan.

"Demikian juga CCTV-CCTV dari Magelang mulai dari jalan tol itu supaya diamankan juga, lintas-lintasan yang mereka lintasi supaya percakapan-percakapan antara nomor telepon Brigadir Yoshua Hutabarat dengan pimpinannya supaya disita juga dari Telkom atau dari operator," tutur Kamaruddin.

Lebih jauh, Kamaruddin meminta agar ponsel Sambo beserta istrinya, PC, disita.

Tidak hanya itu, kata Kamaruddin, ponsel Bharada E serta ajudan Sambo lainnya perlu dilakukan penyitaan.

Kamaruddin mensinyalir, bahwa kematian Brigadir J ada kaitannya dengan dugaan pembunuhan berencana.

Maka dari itu, ia mendatangi Mabes Polri dengan melampirkan sejumlah bukti.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved