Brigjen Hendra Dinonaktifkan, Istri Curhat di Medsos: Tahu Mana Teman, Mana Cuma Aji Mumpung

Brigjen Hendra Kurniawan dinonaktifkan buntut kasus baku tembak di Irjen Ferdy Sambo, sang istri Seali Syah Alam mencurahkan perasaannya di medsos

Editor: Putri Safitri
Kolase TribunPalu.com/handover
Brigjen Hendra Kurniawan dan sang istri Seali Syah Alam. 

TRIBUNPALU.COM - Karo Paminal Mabes Polri Brigjen Hendra Kurniawan ikut dinonaktifkan buntut kasus tewasnya Brigadir J.

Kini istri Brigjen Hendra Kurniawan sampaikan curhan hatinya melalui media sosial.

Diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo nonaktifkan Irjen Ferdy Sambo dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri.

Selain Irjen Pol Ferdy Sambo, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto dan Karo Paminal Mabes  Polri Brigjen Hendra Kurniawan menyusul dinonaktifkan.

Keduanya dinonaktifkan buntut kasus baku tembak di Rumah Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat 

Sebelumnya, memang ada desakan publik untuk menonaktifkan dua pejabat polri itu.

Salah satunya dari pihak keluarga, melalui kuasa hukumnya.

"Pada malam hari ini Pak Kapolri memutuskan untuk menonaktifkan dua orang. Karo Paminal Brigjen Pol Hendra Kurniawan. Kedua yang dinonaktifkan adalah Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (20/7/2022).

Irjen Ferdy Sambo, Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Budhi Herdi Susianto.
Irjen Ferdy Sambo, Kepala Biro Pengamanan Internal (Karo Paminal) Divisi Propam, Brigjen Hendra Kurniawan dan Kapolres Metro Jakarta Selatan (Jaksel), Kombes Budhi Herdi Susianto. (Kolase TribunPalu.com/Handover)

Dedi menuturkan bahwa nantinya Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran yang bakal menentukan sosok yang menduduki jabatan Kapolres Jakarta Selatan.

Namun, tidak dijelaskan siapa pengganti Brigjen Hendra Kurniawan.

"Siapa pejabat sementaranya akan secara administratif ditunjuk Kapolda," ungkapnya.

Di sisi lain, Dedi menambahkan bahwa tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih terus bekerja.

Dia memastikan mereka akan professional mengusut kematian Brigadir J.

"Tim harus bekerja dengan komitmen bapak Kapolri. Tim harus bekerja secara profesional dengan pembuktian secara ilmiah ini merupakan suatu keharusan. Oleh karenanya, untuk menjaga indepensi tersebut, transparansi dan akuntabel," pungkasnya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved