Panglima KKB Papua Incar Pejabat yang Bunuh Dua Anak Buahnya, Bakal Ditembak Mati

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menebar ancaman pada pejabat pemerintahan.

handover/tribunmanado
Anggota KKB Papua 

TRIBUNPALU.COM - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali menebar ancaman pada pejabat pemerintahan.

Saat ini yang menjadi incaran adalah pejabat yang dianggap telah membunuh dua anggota KKB Papua.

Sosok tersebut adalah Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw yang juga mantan Kapolda Papua.

Ancaman kepada mantan Kapolda Papua itu diunggah melalui media sosial dan kini menjadi kabar viral di jagat maya.

Ancaman KKB Papua itu, adalah menembak mati pejabat negara tersebut, lantaran telah menghabisi anggota Kelompok Kriminal Bersenjata yang disebut sebagai pejuang Papua merdeka.

Baca juga: Panglima KKB Papua Kirim Permintaan Khusus kepada Jokowi, Perang Berlanjut Jika Tak Dipenuhi

arkus Tabuli dan Hubertus Maben.

"Dua orang ini dibunuh Paulus Waterpauw selama menjabat sebagai Kapolda Papua. Ini baru dua kasus yang dia lakukan," kata seorang pria saat membacakan pernyataan sikap KKB Papua Kodap IV Sorong Raya, Papua Barat.

Video yang berisi pernyataan sikap KKB Papua tersebut, kini viral di media sosial.

Pernyataan sikap itu dibuat di Markas KKB Sarukun, tertanggal 11 Juli 2022 oleh Bayeryansen Koju, Komandan Operasi, Brigjen Deni Mos sebagai Panglima Daerah, Lekagak Telenggen sebagai Komandan Operasi Umum se-Tanah Papua, dan Goliat Tabuni sebagai Panglima Tinggi.

KKB PAPUA - Anggota KKB Papua siap perang. Panglima Kodap III Ndugama Derakma KKB Papua Egianus Kogoya bertanggungjawab terhadap pembantaian warga di Kampung Nanggolait, Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Sabtu 16 Juli 2022.
KKB PAPUA - Anggota KKB Papua siap perang. Panglima Kodap III Ndugama Derakma KKB Papua Egianus Kogoya bertanggungjawab terhadap pembantaian warga di Kampung Nanggolait, Distrik Kenyam Kabupaten Nduga, Sabtu 16 Juli 2022. (TWITER KEJORA MERDEKA)

Disebutkan bahwa tak hanya Paulus Waterpauw yang menjadi target KKB Papua, tetapi juga para pejabat lain yang diketahui mendorong pembentukan DOB ( Daerah Otonomi Baru ) di Papua.

Pembentukan daerah otonom baru tersebut, katanya, merupakan rencana pemerintah pusat untuk memperbanyak dan atau mempertebal jumlah prajurit TNI Polri di Papua.

Karena itu, kata pria tersebut, rencana itu ditolak karena upaya yang dilakukan itu hanya untuk memperkokoh kekuasaan Indonesia di Tanah Papua.

"Kami bangsa Papua menolak semua rencana pemerintah Indonesia untuk Papua. Kami tidak mau Papua terus dijajah oleh bangsa kolonial," ujarnya.

Dalam video viral tersebut, KKB Papua juga menyebutkan bahwa para pejabat yang diketahui mendukung pembentukan daerah otonomi baru di Papua, akan menjadi target anggota KKB.

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved