Banggai Hari Ini

Bupati Banggai Kesal dengan Dampak Lingkungan dari Perusahaan Nikel PT KFM

Bupati Banggai Amirudin Tamoreka kesal melihat langsung dampak lingkungan yang merusak jalan akibat aktivitas perusahaan nikel PT Koninis Fajar Minera

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Bupati Banggai Amirudin Tamoreka melihat langsung kondisi jalan tertimbun lumpur dan batu yang diduga akibat aktivitas perusahaan nikel PT KFM, di Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (26/7/2022) sore. 

Kondisi ini juga akibat aktivitas pertambangan nikel PT KFM yang diduga mengabaikan aspek lingkungan yang berdampak pada warga sekitar.

Warga Desa Tuntung Amir Timala mengungkapkan, dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat tambang nikel sudah meresahkan warga.

Kata dia, selain merusak fasilitas jalan nasional yang kerap tertimbun matrial pasir dan batu, juga sudah merusak lahan perkebunan kelapa.

"Terutama perkebunan warga yang berada di sekitar pelabuhan jeti perusahaan KFM," ungkap Amir, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Buka Sidang Sinode Khusus GKLB 2022, Wabup Banggai Harap Akomodir Kepentingan Umat Kristiani

Sementara itu, Manajemen PT KFM membantah bahwa material yang menimbun jalan Trans Sulawesi berasal dari aktivitas perusahannya.

Sebab, areal penambangan PT KFM itu berjarak sekitar 12 kilometer dari pelabuhan jetty, dan berada di wilayah administrasi Desa Nanga-nangaon dan Koninis.

"Limpasan material (batu dan pasir) yang terbawa air di area jety PT KFM berasal dari arah jalan bekas Sapta Graha," ungkap Triwydy Kuncoro, Koordinator Community Development PT KFM.

Triwydy membenarkan saat jalan Trans Sulawesi tertimbum pasir dan batu, Bupati Amirudin berada di lokasi pelabuhan jety yang bertepatan dengan kunjungan kerjanya ke wilayah Bunta, Simpang Raya, dan Nuhon.

"Beliau (Bupati) sempat mengarahkan PT KFM untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan, dan kami langsung menghubungi pemerintah kecamatan via telpon untuk bisa mendapatkan arahan," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya langsung mengarahkan 5 unit alat berat untuk membantu membersihkan jalan Trans Sulawesi yang tertimbun material di beberapa titik.

"Setelah itu kita mendapatkan pesan dari pak Camat agar tolong dibantu pembersihan jalan pasca hujan," paparnya.

Triwydy mengaku saat ini longsor dan limpasan material yang berada di beberapa titik ruas jalan Trans Sulawesi telah dibersihkan dengan menggunakan alat berat dari PT KFM. (*) 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved