Babak Baru Perang Ukraina vs Rusia, Kini Amerika Serikat Terlibat: Senjata Canggih Sudah Ditransfer

Amerika Serikat hampir menyelesaikan proses transfer senjata canggih untuk Ukraina agar bisa mengimbangi Rusia.

Editor: Muh Ruliansyah
US Marine Corps
Amerika Serikat hampir menyelesaikan proses transfer senjata canggih untuk Ukraina agar bisa mengimbangi Rusia. 

TRIBUNPALU.COM - Perang antara Rusia vs Ukraina kini memasuki babak baru dengan Amerika Serikat yang makin terang-terangan melibatkan diri.

Bahkan, Amerika Serikat hampir menyelesaikan proses transfer senjata canggih untuk Ukraina agar bisa mengimbangi Rusia.

Senjata canggih yang dikirim Amerika Serikat ke Ukraina diklaim bisa menargetkan pesawat-pesawat Rusia.

Amerika Serikat telah memulai proses memperoleh sistem rudal anti-pesawat NASAMS Norwegia untuk transfer lebih lanjut ke Angkatan Bersenjata Ukraina, kata seorang juru bicara Pentagon pada sebuah pengarahan.

Baca juga: Amerika Serikat Ketar-ketir, Perang Rusia-Ukraina Bawa Dampak Serius: Warga AS Sampai Antre Makanan

"Saya tidak memiliki informasi rinci tentang spesifikasi proses kontrak tetapi kami sudah dalam proses pengadaan sistem," katanya, menurut layanan pers Departemen Pertahanan AS.

Juru bicara Pentagon juga mengklarifikasi bahwa tanggal pasti pengiriman sistem NASAMS masih belum diketahui.

Baca juga: Beda Klaim Ukraina Vs Rusia soal Titip Pesan Lewat Jokowi, Fadli Zon: Kesalahan Menerjemahkan Bahasa

NASAMS (Norwegian Advanced Surface to Air Missile System) adalah sistem rudal anti-pesawat seluler Norwegia yang dirancang untuk memerangi manuver target aerodinamis di ketinggian rendah dan menengah, sistem pertahanan udara jarak pendek hingga menengah.

Baca juga: Beredar Video Detik-detik Anak 4 Tahun di Ukraina Tewas Kena Misil Rusia saat Dorong Kereta Bayi

Kisaran kehancuran, tergantung pada rudal yang digunakan, dapat berkisar dari 20 hingga 180 km, ketinggian kekalahan - hingga 21 km.

Bantuan dari Polandia Segara Masuk

Delapan howitzer self-propelled AHS Krab pertama yang diproduksi oleh Polandia di bawah perjanjian antar pemerintah dengan Ukraina tentang pasokan senjata siap dikirim ke Kyiv, polskieradio24 melaporkan.

"Delapan howitzer Krab dari kontrak yang ditandatangani pada bulan Juni dengan Ukraina siap untuk ditransfer ke penerima. Menurut Badan Informasi Radio, peralatan sedang menunggu penyelesaian formalitas terakhir dan akan diangkut ke Ukraina," kata pesan itu.

Baca juga: Vladimir Putin Permudah Warga Ukraina Pindah Kewarganegaraan Rusia Jalur Cepat

Saat ini, pelatihan tentara Ukraina berikutnya yang akan mengoperasikan howitzer meriam sedang diselesaikan di Polandia, menginformasikan polskieradio24.

Kontrak senilai lebih dari 3 miliar zloty menyediakan produksi oleh Huta Stalowa Wola untuk artileri Ukraina sekitar 60 AHS Krab dan kendaraan tambahan.

Baca juga: Serangan Rusia ke Ukraina Makin Agfresif, Pengamat Sebut Misi Jokowi Berhasil, Ini Penjelasannya

18 howitzer Krab pertama dikirim dari Polandia ke Ukraina sebagai bagian dari dukungan militer pada bulan Mei.

Peralatan ini disumbangkan dari dana tentara Polandia, kata publikasi itu.(*)


(Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved