FAKTA BARU Kalapas Parepare Diduga Sering Telepon Istri NAPI, Ajak Jalan Pakai Iming-iming Belanja

Tak hanya pungli, fakta terbaru ternyata Kalapas Parepare juga gemar mengajak istri tahanan jalan-jalan dengan iming-iming belanja.

Editor: Putri Safitri
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Kalapas Kelas IIA Parepare, Zainuddin 

TRIBUNPALU.COM - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare menjadi sorotan usai terungkap adanya aksi pungli alias pungutan liar.

Namun ternyata tak hanya pungli, fakta terbaru ternyata Kalapas Parepare juga gemar mengajak istri tahanan jalan-jalan dengan iming-iming belanja.

Diungkap oleh salah satu warga binaan yang tidak mau disebutkan namanya (informan).

“Yang lebih parah lagi, dia (Kalapas) suka minta nomor Wa (Whatsapp) istri seorang narapidana lalu di telepon di ajak keluar belanja,” katanya kepada tribun-timur.com, Minggu (31/7/2022).

Terkait dengan informasi ini, Tribun-Timur.com masih terus berusaha menghubungi Kalapas Parepare.

Informan ini membeberkan, ada beberapa warga binaan yang dikirim, namun menurutnya, narapidana yang dikirim tidak mempunyai kesalahan.

Justru, napi yang jelas-jelas melakukan kesalahan, kata informan, malah tidak dikirim.

“Ini kemari ada beberapa narapidana yang dikirim, tidak tahu apa kesalahannya yang di kirim. Ada beberapa narapidana yang melanggar karena sudah membayar jadi tidak di kirim,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, Kepala Lapas Parepare, Zainuddin melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). 

Tidak tangung-tanggung, Zainuddin meminta Rp 40 juta kepada warga binaan dengan alasan agar tidak dipindahkan ke Lapas daerah lain.

Tindakan Zainuddin ini menyalahi prosedur, bahkan memanfaatkan kekuasaannya untuk mengambil keuntungan diri sendiri.

Pungli adalah modus korupsi yang diatur dalam Undang-undang (UU) No 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang diperbarui dengan UU No 20 tahun 2001.

Diberitakan sebelumnya, Kalapas Kelas IIA pajaki warga binaannya hingga Rp 40 juta

Salah satu warga binaan Lapas Kelas IIA yang enggan disebutkan namanya (informan) mengaku pernah dimintai uang Rp 10 juta.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved