Bisnis Sulteng

Jika Tak Penuhi Modal Inti Senilai Rp 3 Triliun di tahun 2024, BPD Sulteng Bakal jadi BPR

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah Triyono Raharjo mengatakan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng diwajibkan modal inti minimum

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Alan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah bersama dengan jurnalis menyelenggarakan kegiatan Media Update 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah Triyono Raharjo mengatakan, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulteng diwajibkan modal inti minimum Rp 3 triliun di akhir tahun 2024.

Ketika target itu tidak tercapai, maka Bank Sulteng bisa turun status menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Hal itu menurut Triyono Raharjo akan sangat merugikan, sebab BPR tidak memiliki wewenang untuk menerbitkan jasa jasa pembayaran elektronik, khususnya lalu lintas pembayaran. 

BPR hanya diperbolehkan atas jasa simpan pinjam berjangka, selain itu juga hanya melayani Kredit Tanpa Agunan (KTA), kredit usaha kecil, dan kredit karyawan.

"Jika ini tidak tercapai, maka dia tidak bisa melakukan transaksi antar perbankkan," kata Triyono Raharjo, Selasa (9/8/2022) sore.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Sulteng Kalahkan Nasional, OJK: Ini Tanda Kita Akan Pulih

Triyono Raharjo menyebutkan, saat ini BPD Sulteng baru memiliki modal inti sebesar Rp1,2 triliun.

Olehnya Ia akan konsisten berupaya mengkonsolidasikan perbankan, salah satunya melalui peningkatan permodalan, agar sistem perbankan ke depan lebih efisien.

"Pastinya kita berupaya melakukan konsolidasi agar modal inti minimum ini bisa tercapai sesuai tenggang waktu," ungkapnya.

Diketahui bahwa, Bank Sulteng masuk dalam 11 BPD dengan modal inti di bawah Rp 3 triliun.

Adapun bank daerah tersebut diantaranya Bank Lampung, Bank Sulteng, Bank Jambi, Bank Bengkulu, Bank Banten, Bank Sulutgo, Bank Kalteng,  Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Kalsel dan Bank Kalbar. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved