Menko Perekonomian

Buka GIIAS 2022, Airlangga: Pemerintah Beri Banyak Insentif untuk Hadirkan Kendaraan Listrik

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (11/8/2

Penulis: Putri Safitri | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (11/8/2022). 

TRIBUNPALU.COM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022, Kamis (11/8/2022).

Airlangga memuji gelaran tema ‘The Future Is Bright’ GIIAS 2022 yang menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) untuk masyarakat Tanah Air.

Menurut Menko Perekonomian, pemerintah sudah memberi banyak insentif untuk menghadirkan kendaraan listrik di Indonesia melalui berbagai regulasi.

"Pemerintah sudah keluarkan insentif lewat PP Nomor 74 Tahun 2021 dan PP Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah,” tutur Menko Airlangga saat membuka GIIAS 2022 di Tangerang Selatan. 

Baca juga: Update Corona di Indonesia Kamis 11 Agustus 2022: Tambah 5.926 Kasus, Total Covid-19 jadi 6.267.137

Airlangga mengatakan, regulasi dan insentif dari pemerintah disambut positif pabrikan otomotif melalui banyaknya kendaraan listrik di pameran tahun ini.

Bahkan, menurut Airlangga, GIIAS tahun ini menjadi yang pameran bagi kendaraan listrik paling banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Saya kira mobil listrik (EV) relatif lebih banyak kali ini dibandingkan pameran-pameran GIIAS sebelumnya. Saya apresiasi, selamat,” kata Airlangga.

Menurut Ketua Umum Partai Golkar ini, kebijakan dan subsidi dari pemerintah bisa membuat harga kendaraan listrik bisa bersaing dengan kendaraan konvensional berbahan bakar minyak.

Airlangga mengaku, pemerintah juga mendorong PLN menyiapkan ekosistem untuk kendaraan listrik, melalui stasiun pengisian listrik.

“PLN juga didorong untuk membuat ekosistem charging station sehingga masyarakat lebih mudah untuk memilih EV yang saat ini mulai bisa bersaing di range Rp 200-300 juta,” tegas Menko Perekonomian.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved