DIDUGA Ferdy Sambo Dendam, Brigadir J Bocorkan Rahasianya ke Putri: Bapak Pergi Sama si Nona Cantik
Irjen Ferdy Sambo tahu Brigadir J yang bocorkan ke Putri Candrawathi bahwa bapak ke suatu tempat dengan si nona cantik sehingga timbul dendam.
TRIBUNPALU.COM - Terbaru mantan Kadiv Propan Irjen Ferdy Sambo mengaku merencanakan pembunuhan Brigadir J demi membela harkat dan martabat keluarganya.
Kini terkuak fakta baru dikuak Kuasa Hukum keluarga Brigadir J soal penyebab Irjen Ferdy Sambo emosi dan membunuh Brigadir Yosua.
Putri Candrawathi, Istri Irjen Ferdy Sambo, diduga kuat menjadi penyabab Ferdy Sambo bunuh Brigadir J.
Fakta ini terkuak setelah Brigadir J sempat curhat kepada kekasihnya Vera Simanjuntak yang menyebutkan dirinya mendapat ancaman dari skuat lama Irjen Ferdy Sambo.
Kuasa hukum sebut Brigadir J sempat membocorkan rahasia Irjen Ferdy Sambo kepada Putri Candrawathi.
Seperti diketahui Bharada E melalui kuasa hukumnya Muhammad Boerhanuddin menyebutkan bahwa di Magelang sebelum Brigadir J tewas ditembak, ada pertengkaran antara Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi (PC), hingga mengakibatkan PC menangis.
Karenanya sejak dari Magelang sampai perjalanan pulang ke Jakarta, PC dikabarkan banyak menangis. Lalu apa penyebab pertengkaran yang mengakibatkan Putri Candrawathi menangis?
Kuasa hukum keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengatakan dari curhatan Brigadir J ke kekasihnya Vera Simanjuntak, diketahui Brigadir J mendapat ancaman dari sesama ajudan Irjen Ferdy Sambo, supaya jangan menyakiti hati Putri Candrawathi.
"Ini disebabkan karena ibu Putri menanyakan ke almarhum yang sudah dianggap anaknya, kenapa Ferdy Sambo tidak pulang, kemana dan seterusnya. Diduga almarhum Brigadir J memberitahu ke ibu Putri bahwa bapak ke suatu tempat dengan si nona cantik ini, yang katanya polwan," kata Kamaruddin.
"Nah, pada tanggal 2 Juli saat mereka ke Magelang, dan kemudian di sana ada pertengkaran antara bapak dan ibu Sambo, sehingga terjadilah menangis-nangis itu. Kemudian ada lagi ancaman ke Brigadir J, kenapa membuat ibu jadi sakit karena memberitahu informasi soal nona cantik ini dan sebagainya," kata Kamaruddin.
Dari sana katanya Irjen Ferdy Sambo mengetahui bahwa Brigadir J yang memberi tahu sehingga timbul dendam.
"Jadi motifnya dendam, karena diduga almarhum membocorkan perselingkuhan Ferdy Sambo dengan wanita lain, ke Ibu PC. Lalu motif kedua karena skuat lama ini merasa iri dengan Yosua, karena almarhum lebih disayang Ibu PC," kata Kamaruddin.
Hal ini kata Kamaruddin diketahui dari keterangan kekasih Brigadir J yang menerima curhatan Brigadir J karena diancam akan dibunuh oleh skuat lama pada 21 Juni. Skuat lama adalah ajudan lain Irjen Ferdy Sambo.
Menurutnya saat di Magelang, Irjen Ferdy Sambo pulang ke Jakarta lebih dulu untuk menyiapkan pembunuhan terhadap Brigadir J.
Putri Candrawathi ngadu soal kejadian di Magelang
Terkuak penyebab Mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo melakukan pembunuhan kepada Brigadir J.
Ternyata Putri Candrawathi ngadu soal kejadian di Magelang hingga membuat Irjen Ferdy Sambo emosi lalu membunuh Brigadir J.
Lalu apa yang sebenarnya terjadi di Magelang, hingga laporan Putri Candrawathi membuat Ferdy Sambo membunuh Brigadir J?
Diketahui Irjen Ferdy Sambo setelah resmi menjadi tersangka kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo telah diperiksa oleh timsus di Mako Brimob pada hari ini, Kamis (11/8/2022), sejak pukul 11.00-18.00 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Andi menyebut Irjen Ferdy Sambo merencanakan pembunuhan pada Brigadir J karena dipicu perasaan marah dan emosi.
Pasalnya sang istri, Putri Candrawathi melapor padanya bahwa ia mendapat tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga.
Tindakan itu pun disebut dilakukan Brigadir J kepada Putri saat mereka berada di Magelang, Jawa Tengah.
Oleh karena itu, akhirnya Irjen Ferdy Sambo memanggil tersangka, Bharada E dan Bripka RR untuk ikut merencanakan pembunuhan pada Brigadir J.
"FS mengatakan dirinya menjadi marah dan emosi setelah mendapat laporan dari istrinya PC yang mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang yang dilakukan oleh almarhum Yosua di Magelang."
"Oleh karena itu FS memanggil RR dan RE untuk melakukan merencanakan pembunuhan pada Yosua," kata Andi dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Kamis (11/8/2022).
Saat ditanya terkait detail tindakan yang dilakukan Brigadir J pada Putri, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan semua itu nanti akan diungkap dalam persidangan.
"Secara spesifik ini adalah hasil pemeriksaan pada tersangka FS. Untuk nanti menjadi jelas tentunya nanti dalam persidangan akan dibuka semuanya," kata Dedi.
Ferdy Sambo Minta Maaf
Akhirnya Mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo jujur bunuh Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo pun kini meminta maaf terkait pengakuannya yang telah merencanakan pembunuhan terhadap Brigadir J.
Irjen Ferdy Sambo juga meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas kasus tersebut.
Selain Kapolri, secara umum Ferdy juga meminta maaf kepada institusi Polri karena telah mencoreng nama baik dampak dari kasus tersebut.
"Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf," kata pengacara Ferdy Sambo, Arman Hanis saat membacakan pesan Ferdy di rumah pribadi di Jalan Saguling III, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (11/8/2022) malam.
Ferdy mengaku apa yang telah dia lakukan selama ini murni karena ingin menjaga marwah sebagai kepala keluarga.
"Sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi polri," ucapnya.
Lebih lanjut, Ferdy mengaku siap bertanggungjawab dan mengikuti proses hukum yang berlaku.
"Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," imbuhnya.
Irjen Ferdy Sambo Tersangka, Bukti Ketegasan Kapolri
Diwartakan Tribunnews.com sebelumnya, misteri pembunuhan yang menewaskan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J mulai terungkap ke publik.
Hal ini setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan empat tersangka dalam kasus yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada 8 Juli 2022.
Dalam kasus tersebut, mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka bersama Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu (Bharada E), Brigadir Kepala Ricky Rizal (Bripka RR), dan Kuat Maruf atau KM.
Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana, diancam hukuman mati, maksimal penjara seumur hidup atau 20 tahun.
Menurut Pengasuh Pondok Pesatren Kaliwining Jember Ubaidillah Amin, keberanian Kapolri mengungkap oknum dalang pembunuh Brigadir J menjadikan Polri semakin dipandang dan disegani masyarakat.
"Bapak-bapak Jenderal Polri sudah sangat bekerja maksimal dan menunjukkan kualitas polisi yang semakin sangat baik dan transparan, bukan hanya ke orang biasa, tapi ke dalam diri institusinya pun Polri sangat tegas, dan ini menunjukkan Polri semakin ke sini, semakin sangat baik dan luar biasa sebagai penjaga keamanan dan ketertiban di dalam negeri," kata Ubaidillah kepada wartawan, Kamis (11/8/2022).
Ia mengatakan, terlepas membutuhkan waktu yang cukup lama dalam mengungkap pembunuhan Brigadir J, langkah kapolri beserta jajarannya patut diapresiasi.
"Memang kasus polisi tembak polisi ini sangat menghebohkan jagat nasional, saya lihat dari elit-elit di perkotaan hingga masyarakat pedesaan membicarakan hal tersebut," katanya.
Ia meminta kepada publik untuk mengakhiri opini-opini liar ihwal kasus Brigadir J.
Ubaidillah berharap masyarakat bisa mempercayai jajaran Polri kalau mereka akan membuka kasus ini hingga terang benderang.
"Sudah saatnya kita mengakhiri spekulasi-spekulasi terkait kasus brigadir J, apalagi menuduh dan menghubungkan oknum tersangka pembunuh Brigadir J dengan ini dan itulah, dan seolah olah mencari-cari kesalahan orang. Menurut saya tidak elok dan tidak etis sama sekali, dan tidak ada hubungannya," ujarnya.
Ia berharap dengan tak ada lagi spekulasi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya, kasus ini bisa segera dituntaskan dan bisa memuaskan seluruh pihak.
"Apalagi sudah dibuka secara terang benderang seperti saat ini oknumnya. Satu hal yang perlu kita ingat, mereka juga punya keluarga, sama halnya seperti kita, kasihan keluarga mereka. Saya yakin aparat kepolisian dan kejaksaan akan sangat transparan dan profesional dalam menyelasikan kasus ini. Polisi semakin hebat dan mantap," jelasnya.
(*/ TribunPalu.com / WartaKotalive.com / Sripoku.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/KOLASE-Istri-Irjen-Ferdy-Sambo-Putri-Candrawathi-dan-Brigadir-J.jpg)